KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, MAP meninjau langsung pelaksanaan pelayanan kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) di RSU Sri Pamela Sei Dadap, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mencapai target pengendalian penduduk Tahun 2025 melalui program Keluarga Berencana (KB).
Dalam kunjungannya, Rianto menjelaskan bahwa kegiatan MOW merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap program nasional pengendalian penduduk dan kesejahteraan keluarga.
“Pelaksanaan MOW ini ditujukan bagi wanita berusia 24 hingga 49 tahun dengan target sebanyak 31 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Asahan,” ujar Rianto.
BACA JUGA: Kinerja Keuangan Bank Sumut September 2025: Setor PAD Rp289 Miliar dengan Laba Capai Rp539 Miliar
Lebih lanjut, Wakil Bupati Asahan menerangkan bahwa MOW atau tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen bagi wanita yang dilakukan dengan cara memotong, mengikat, atau menutup saluran tuba falopi. Tindakan ini bertujuan mencegah pertemuan antara sel telur dan sperma, sehingga menghindari kehamilan tanpa harus bergantung pada alat kontrasepsi sementara.
“Melalui metode ini, kami berharap dapat membantu para ibu dalam merencanakan keluarga yang sehat dan sejahtera, sekaligus mendukung keberhasilan program pengendalian penduduk di Asahan,” tambahnya.
BACA JUGA: Bupati Karo Terima Kekurangan Dana Bagi Hasil 2023–2025 Senilai Rp18,18 Miliar dari Pemprov Sumut
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Yusnila Indriati Taufik, serta Staf Ahli PKK, Juni Rianto, yang bersama-sama meninjau langsung proses pelaksanaan tindakan kontrasepsi mantap tersebut. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan PKK terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.
Program MOW ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemkab Asahan dalam memperkuat komitmen menuju Asahan Sehat, Mandiri, dan Sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan daerah tahun 2025. (KSC)








