KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo memimpin apel pemberangkatan personel Polri dalam rangka penanggulangan bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Apel digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, sebagai tindak lanjut perintah Kapolri untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sarana dan prasarana pendukung di daerah terdampak bencana.
Dalam keterangannya kepada awak media, Wakapolri menegaskan bahwa apel pemberangkatan ini merupakan bagian dari rangkaian apel kesiapsiagaan nasional Polri yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Kapolri.
“Sesuai perintah Bapak Kapolri, hari ini Polri kembali melaksanakan apel kesiapsiagaan sekaligus pemberangkatan personel untuk penanggulangan bencana alam. Ini adalah bentuk komitmen Polri agar selalu siap merespons bencana secara cepat dan tepat,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Sabtu (27/12/2025)
Wakapolri menjelaskan, hasil evaluasi penanganan bencana selama satu bulan terakhir menunjukkan perlunya penambahan kekuatan personel. Atas dasar itu, Polri memberangkatkan total 1.500 personel untuk memperkuat penanganan pascabencana di wilayah Sumatera.
“Badan Penanggulangan Bencana juga telah meminta Mabes Polri menambah dua batalion personel. Hingga akhir tahun ini, Polri menyiapkan dan memberangkatkan 1.500 personel untuk penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelasnya.
Penguatan personel difokuskan di Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Rencana penguatan juga akan berlanjut hingga Januari–Februari 2026, menyesuaikan dinamika dan kebutuhan di lapangan.
BACA JUGA: Pemerintah Aceh Prioritaskan Infrastruktur Konektivitas di Dataran Tinggi Pascabencana
Menurut Wakapolri, penambahan personel sangat penting karena personel organik di wilayah terdampak telah bekerja hampir satu bulan penuh.
“Secara fisik dan psikologis, personel kita sudah mengalami kelelahan cukup tinggi. Pengiriman personel baru diperlukan agar tugas kemanusiaan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain personel, Polri juga mengerahkan alat berat, sarana distribusi logistik, serta dukungan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak. Kapolri, kata Wakapolri, memberi perhatian khusus pada percepatan pengerahan alat berat dan pembangunan sumur bor di wilayah pengungsian.
“Pembersihan manual membutuhkan waktu lama, sementara potensi hujan dan banjir susulan masih ada. Air bersih juga menjadi kebutuhan mendesak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Tak hanya itu, Polri juga memprioritaskan layanan kesehatan, meliputi penyediaan obat-obatan, tenaga medis, serta pemenuhan kebutuhan anak-anak dan ibu-ibu di lokasi pengungsian.
Usai memimpin apel, Wakapolri dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Medan, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Agam, Sumatera Barat. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dan personel di lapangan terpenuhi secara optimal.
BACA JUGA: Dua Jaksa Terjaring OTT KPK Masuk Daftar Mutasi Kejagung, 43 Kajari Diganti Jelang Akhir Tahun
Menutup arahannya, Wakapolri meminta seluruh jajaran memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung untuk satu bulan ke depan, serta terus meningkatkan koordinasi lintas sektor.
“Kehadiran Polri yang bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi bencana dan menjelang bulan suci Ramadan,” pungkasnya. (KSC)
TIM REDAKSI








