KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), menewaskan 122 orang hingga Minggu (14/12/26). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng terus memperbarui data korban dan mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak.
Selain korban meninggal dunia, bencana alam tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Sebanyak 296.453 jiwa atau sekitar 73,58 persen dari total penduduk Tapanuli Tengah terdampak langsung. Tim medis juga mencatat 26 warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
BACA JUGA: Tim SAR Temukan Dua Jenazah Korban Longsor Tapteng di Hari ke-20
Puluhan Korban Masih Dalam Pencarian
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng, Sonny Nasution, menegaskan tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang.
“Masih ada lagi dalam pencarian. Sekitar 50 jiwa. Jumlah penduduk yang mengungsi sebanyak 10.887 jiwa,” jelas Sonny Nasution.
Tim SAR terus bekerja melakukan pencarian di sejumlah titik rawan dengan melibatkan personel TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Pemkab Tapteng memprioritaskan upaya evakuasi dan pencarian korban di lokasi yang sulit terjangkau.
BACA JUGA: Bupati Tapteng Terbitkan Surat Edaran Larang Naikkan Harga dan Timbun Sembako Pascabencana
Pemkab Tapteng Percepat Tanggap Darurat
Hingga saat ini, Pemkab Tapteng tetap menjalankan status tanggap darurat bencana. Pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Bupati bersama Wakil Bupati Tapteng juga turun langsung ke lapangan. Keduanya mendatangi rumah-rumah warga secara door to door untuk menyalurkan bantuan, terutama di wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang dan longsor.
BACA JUGA: Wabup Tapteng Tinjau Lokasi Longsor di Hajoran, Serahkan Bantuan Sembako
Fokus Bantuan ke Wilayah Terisolasi
Pemkab Tapteng memusatkan distribusi bantuan logistik ke daerah-daerah yang masih terisolir akibat akses jalan terputus. Bantuan meliputi bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan darurat, serta kebutuhan anak-anak dan lansia.
Bupati Tapteng, Masinton Pasibu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
“Tetap waspada dengan kondisi alam yang terus hujan, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai” imbau Masinton. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








