UEFA Diskualifikasi Crystal Palace dari Liga Europa 2025/26, Tiket Dialihkan ke Nottingham Forest

UEFA Diskualifikasi Crystal Palace dari Liga Europa 2025/26, Tiket Dialihkan ke Nottingham Forest
Para pemain Crystal Palace saat berselebrasi. (Instagram/@cpfc)

KLIKSUMUT.COM | LONDON – Keberhasilan Crystal Palace menjuarai Piala FA 2024/25 semestinya menjadi tiket emas menuju Liga Europa 2025/26. Namun, mimpi berlaga di kasta kedua kompetisi Eropa itu harus kandas setelah UEFA resmi mendiskualifikasi klub asal London tersebut karena melanggar aturan kepemilikan multi-klub.

Sebagai gantinya, Nottingham Forest mendapat jatah tampil di Liga Europa musim depan, menggantikan posisi Crystal Palace.

BACA JUGA: Ada Efek Bagi Sponsor, UEFA Minta Tim Euro 2020 Agar Setop Menyingkirkan Produk Sponsor

Crystal Palace Lolos Lewat Piala FA, Tapi Gagal Tampil di Liga Europa

Secara teknis, Crystal Palace berhak mengisi satu slot Liga Europa mewakili Inggris setelah menjadi juara Piala FA. Namun, karena Newcastle United — juara Carabao Cup (EFL Cup) 2024/25 — sudah lolos ke Liga Champions lewat posisi di klasemen Premier League, maka jatah Liga Europa yang seharusnya diberikan ke Palace dialihkan ke tim dengan posisi liga tertinggi yang belum lolos ke kompetisi Eropa.

Pilihan pun jatuh kepada Nottingham Forest, yang finis lebih tinggi dari tim-tim lain di luar zona Eropa.

UEFA: Kepemilikan Ganda John Textor Jadi Masalah

Penyebab utama diskualifikasi Crystal Palace adalah konflik kepemilikan ganda oleh John Textor, pengusaha asal Amerika Serikat yang memiliki saham mayoritas klub tersebut melalui Eagle Football. Textor juga merupakan pemilik Olympique Lyon, klub Prancis yang juga lolos ke Liga Europa.

Menurut regulasi UEFA, dua klub dengan pemilik yang sama tidak diperbolehkan berkompetisi dalam turnamen Eropa yang sama pada musim yang sama.

Ironisnya, Lyon yang sempat terancam degradasi ke divisi dua karena masalah keuangan, berhasil memenangkan banding dan tetap berstatus klub Ligue 1. Posisi akhir mereka yang menempati urutan ke-6 membuat mereka unggul dari Crystal Palace yang hanya finis di posisi ke-12 Premier League.

UEFA Prioritaskan Klub dengan Peringkat Tertinggi

Dalam keterangan resmi, UEFA menyatakan bahwa ketika ada dua klub dengan pemilik yang sama lolos ke kompetisi yang sama, maka klub dengan posisi liga domestik terbaik akan diprioritaskan.

Dengan kata lain, Lyon yang finis keenam di Ligue 1 tetap di Liga Europa, sementara Crystal Palace dipindahkan ke Liga Conference Europa 2025/26 — kasta ketiga turnamen Eropa.

Respons Keras dari Crystal Palace: “Kami Bukan Bagian dari Multi-Klub!”

Manajemen Crystal Palace menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut dan berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

“Jelas bagi semua orang bahwa kami bukan bagian dari operasi multi-klub dan tidak pernah menjadi bagian darinya,” tulis pernyataan resmi klub.
“Dengan selesainya penjualan saham Eagle Football kepada Woody Johnson, konflik kepemilikan pun tidak akan lagi terjadi setelah kompetisi dimulai.”

Format Baru Liga Europa 2025/2026: Kapan Dimulai?

Liga Europa musim 2025/26 sudah dimulai sejak 17 Juni 2025 lalu, dimulai dari babak kualifikasi. Playoff akan digelar pada 4 Agustus 2025, dan babak liga (pengganti fase grup) akan dimulai pada 29 Agustus 2025.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Beri Penghormatan Emosional untuk Diogo Jota yang Meninggal dalam Kecelakaan Mobil Tragis

Format baru UEFA akan mempertemukan 38 tim dalam satu klasemen besar, di mana setiap klub akan bertanding melawan delapan lawan berbeda (empat kandang, empat tandang). Empat tim teratas akan langsung lolos ke 16 besar, sementara posisi 5–24 akan bermain di fase play-off.

Crystal Palace Siap Ikuti Jejak Chelsea di Liga Conference?

Meski kecewa, Crystal Palace masih punya peluang menorehkan sejarah di Eropa lewat ajang Liga Conference. Chelsea musim lalu membuktikan bahwa klub Inggris bisa berjaya di kompetisi kasta ketiga Eropa. Kini, giliran The Eagles menunjukkan tajinya. (KSC/Tempo)

Bacaan Lainnya

Pos terkait