KLIKSUMUT.COM | SLEMAN – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api sebidang antara Stasiun Brambanan-Maguwo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (4/11/2025).
Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta dilaporkan menabrak tiga kendaraan bermotor, mengakibatkan tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, ketika palang pintu perlintasan diduga tidak menutup saat KA Bangunkarta melintas. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, warga terdengar panik dan mempertanyakan mengapa palang pintu tetap terbuka saat kereta melaju kencang.
Menurut Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setyarto, kecelakaan bermula ketika sebuah truk melintas lebih dulu, disusul oleh mobil merah jenis Toyota Calya dan beberapa sepeda motor.
Namun, dari arah timur ke barat, KA Bangunkarta datang dan langsung menabrak kendaraan yang berada di atas rel.
“Yang meninggal dunia ada tiga orang, semuanya pengendara motor. Dua motor, satu di antaranya berboncengan. Total korban tujuh orang, tiga meninggal, empat luka-luka,” ujar Dede saat dikonfirmasi.
BACA JUGA: Kecelakaan Truk Tangki BBM Picu Kebakaran di Kawasan Bundaran Pasir Hayam Cianjur
Keempat korban luka terdiri dari sopir dan tiga penumpang mobil Calya kini dirawat di dua rumah sakit berbeda di wilayah Sleman.
Menanggapi insiden tersebut, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menyampaikan duka cita mendalam dan tengah mendalami penyebab utama kecelakaan, termasuk dugaan bahwa palang pintu perlintasan tidak menutup.
“Untuk kronologis lengkap dan penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan resmi. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi perlintasan sebidang,” kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, dalam keterangan videonya, Selasa (4/11/2025).
Feni memastikan tidak ada penumpang maupun awak KA Bangunkarta yang terluka, dan kereta sudah kembali melanjutkan perjalanan usai pemeriksaan teknis di lokasi.
BACA JUGA: Kereta Api Tabrak Angkot, 5 Tewas 4 Luka Berat
PT KAI menyatakan saat ini berfokus pada penanganan dan pendampingan korban serta evaluasi sistem keamanan perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasional.
“Kami menyampaikan permohonan maaf dan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban,” tambah Feni.
Polisi bersama pihak KAI kini masih menyelidiki kondisi teknis palang pintu dan memeriksa petugas jaga yang bertugas saat kejadian. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar langkah perbaikan dan tindak lanjut ke depan. (KSC)








