KLIKSUMUT.COM | BASEL – Timnas Wanita Inggris sukses menorehkan sejarah gemilang dengan mempertahankan gelar juara Euro Wanita 2025 usai mengalahkan Spanyol lewat drama adu penalti dengan skor 3-1, di St. Jakob Park, Basel, Minggu (27/7/2025) malam WIB.
Laga final yang sarat tensi tinggi ini berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Namun, kepiawaian para eksekutor Inggris dan penampilan luar biasa dari kiper Hannah Hampton menjadi kunci kemenangan The Lionesses dalam adu tos-tosan.
BACA JUGA: Erick Thohir Sambut Positif Final Sepakbola Putri PON XXI, Singgung Dua Hal Penting untuk Kemajuan Sepakbola Putri Indonesia
Pertandingan Ketat Penuh Drama
Sejak menit awal, pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling menyerang. Inggris unggul lebih dulu lewat gol dari Lauren James di babak pertama. Namun Spanyol membalas melalui sepakan jarak jauh Aitana Bonmatí di babak kedua, memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Meski beberapa peluang tercipta, tidak ada tambahan gol hingga 120 menit. Adu penalti pun menjadi penentu.
Hannah Hampton, Pahlawan di Bawah Mistar
Di babak adu penalti, Inggris menunjukkan ketenangan luar biasa. Chloe Kelly mencetak gol penentu kemenangan, namun sorotan utama tertuju pada sang penjaga gawang, Hannah Hampton, yang sukses menepis dua tendangan penalti pemain Spanyol.
Penampilan heroik Hampton menuai pujian luas, bahkan warganet menyebutnya sebagai “tembok tak tertembus” dan “penentu takdir juara”.
Pelatih Sarina Wiegman Cetak Rekor
Kemenangan ini menegaskan dominasi Sarina Wiegman sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola wanita Eropa. Ia menjadi pelatih pertama yang sukses membawa Inggris juara Euro Wanita dua kali berturut-turut, setelah sebelumnya juga mempersembahkan trofi di Euro Wanita 2022.
BACA JUGA: Tim Sepakbola Putri PON Sumut Lakukan Evaluasi Setiap Lini
“Ini adalah hasil dari kerja keras, semangat juang, dan kepercayaan satu sama lain. Saya bangga pada setiap pemain,” ujar Wiegman usai pertandingan.
Inggris Kukuhkan Status Raja Eropa
Dengan kemenangan ini, The Lionesses tidak hanya mempertahankan gelar, tetapi juga memperkuat status mereka sebagai kekuatan utama sepak bola wanita Eropa dan dunia. Dukungan penuh dari ribuan suporter yang memadati stadion serta jutaan penonton di seluruh dunia menambah kemeriahan pesta juara Inggris. (KSC)








