Taufik Hidayat Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing: “Tidak Ada Toleransi”

Taufik Hidayat Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing: “Tidak Ada Toleransi”
Waketum 1 PP PBSI Taufik Hidayat mengecam keras adanya dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Pelatnas cabang olahraga panjat tebing.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) 1 Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Taufik Hidayat, mengecam keras dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing. Pernyataan ini disampaikan langsung di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Taufik menegaskan bahwa pelecehan seksual, kekerasan fisik, maupun intimidasi dalam dunia olahraga merusak integritas dan nilai-nilai olahraga.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di dunia olahraga. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun. Sanksi harus tegas,” ujar Taufik.

BACA JUGA: Delapan Atlet Panjat Tebing Laporkan Dugaan Kekerasan, Verrell Bramasta Desak Investigasi Transparan dan Sanksi Tegas

Menurut peraih medali emas Olimpiade bulutangkis ini, tidak ada kompromi terhadap tindakan yang merendahkan martabat atlet, ofisial, maupun pelatih. Lingkungan olahraga harus aman, profesional, dan bermartabat bagi semua pihak.

“Tidak ada toleransi terhadap perilaku yang merendahkan martabat dan mencederai rasa aman. Lingkungan olahraga harus menjadi ruang yang aman, profesional dan bermartabat bagi semua,” tegas Taufik.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet panjat tebing. Selain itu, Menpora juga membuka saluran pengaduan khusus bagi korban, melalui email: pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.

BACA JUGA: Dukungan Penuh NOC Indonesia untuk Erick Thohir Tangani Kasus Kekerasan dan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing

Bacaan Lainnya

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas, dan menjadi sorotan penting bagi dunia olahraga Indonesia. Para atlet dan pelatih diharapkan dapat bekerja dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan tetap menjunjung tinggi integritas olahraga nasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait