KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Pemerintah Aceh mempercepat penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi ini. Fokus utama kini tertuju pada evakuasi masyarakat terdampak, dan pembukaan akses transportasi yang terputus. Demikian juga dengan percepatan distribusi logistik, terutama ke daerah-daerah yang masih terisolir.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan kebijakan tersebut dalam konferensi pers di Sekretariat Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor, Sabtu (29/11/2025) malam.
Dalam kesempatan itu, Nasir menegaskan Pemerintah Aceh bersama BASARNAS dan instansi terkait terus mengevakuasi masyarakat di wilayah terdampak. Pemerintah Aceh juga membangun jembatan bailey untuk membuka akses menuju Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya. Tujuannya agar distribusi logistik bisa berjalan lancar.
BACA JUGA: Lintas Banda Aceh–Medan Lumpuh, Ketua TP PKK Aceh Tinjau Korban Banjir di Lhoksukon dan Aceh Timur
“Kita sudah mengirimkan alat berat, besok seharusnya sudah mulai bekerja untuk menyambung beberapa lokasi yang terputus, sehingga distribusi logistik dapat lebih cepat,” ujar Nasir.
Percepatan Distribusi Logistik
Nasir melaporkan, Pemerintah Aceh telah mengirimkan 10 ton beras ke Subulussalam, Pidie Jaya, dan Aceh Utara pada Jumat (28/11/2025).
Pada Minggu (30/11/2025), Pemerintah Aceh akan menyalurkan 10 ton beras ke Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Singkil, dan Aceh Tenggara, serta 5 ton ke Kota Langsa dan Aceh Tamiang, dan 3 ton ke Beutong Ateuh di Nagan Raya.
BACA JUGA: Wagub Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik Bencana untuk Korban Banjir di Pidie
Selain beras, pemerintah mendistribusikan bantuan logistik lain melalui BPBA, Dinas Sosial, Kodam IM, dan Polda Aceh. Distribusi jalur darat terpusat di posko terpadu setiap kabupaten/kota agar penyaluran bantuan lebih tertib dan tepat sasaran. Sementara bantuan tambahan juga dikirim melalui kapal laut ke Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang, melalui Pelabuhan Krueng Geukueh dan Pelabuhan Kuala Langsa.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan energi dengan berkoordinasi bersama Pertamina agar distribusi LPG dan BBM dapat melalui Pelabuhan Malahayati Aceh Besar, karena akses darat masih terputus.
Dukungan Udara dan Koordinasi Bantuan
Wakil I Aster Kasdam Iskandar Muda, Kolonel Inf Fransisco, menjelaskan, posko terus mendata koordinat desa yang masih terisolir sebagai dasar penyaluran bantuan via udara. Untuk memperlancar komunikasi, pemerintah mengirim perangkat Starlink ke Bener Meriah dan Takengon.
BACA JUGA: Istri Gubernur Aceh Dievakuasi Naik Truk CPO, Terjebak Banjir 2 Hari di Aceh Utara
Jumlah helikopter ditambah dari tiga unit menjadi enam unit sesuai instruksi Menteri Pertahanan. Helikopter akan membantu pemulihan jaringan listrik yang ditargetkan kembali berfungsi dalam dua hari, sekaligus menyalurkan bantuan logistik ke lokasi yang sulit terjangkau jalur darat. Kolonel Fransisco juga mengimbau masyarakat tetap tenang, saling membantu, dan tidak menghambat proses penanganan.
“Mohon doanya agar semua proses berjalan lancar. Insya Allah kita yang di pusat akan terus perhatian memberikan bantuan semaksimal mungkin,” katanya.
Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan BNPB, Mabes TNI, dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan konektivitas. Masyarakat diimbau tetap waspada, menjaga keselamatan, dan mendukung upaya penanganan demi percepatan pemulihan di seluruh wilayah terdampak. (KSC)
REPORTER: Adli Safwan








