Namun karena lebih banyak kasus varian Delta yang sangat menular, data mulai menceritakan kisah yang berbeda.
Menurut data LaporCOVID-19, setidaknya lima dokter dan satu perawat telah meninggal meskipun telah divaksinasI. Satu di antara korban nakes itu baru menerima suntikan pertama.
Di Kudus, IDI mengungkapkan, seorang dokter senior meninggal, meskipun diketahui dokter itu memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Di Jakarta, ahli radiologi Dr Prijo Sidipratomo mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengetahui setidaknya enam dokter yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dan satu sekarang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dalam sebulan terakhir, meskipun mereka telah divaksinasi.
“Ini mengingatkan kami karena kami tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi,” katanya, sambil mendesak orang untuk mengambil tindakan pencegahan.
Baca juga: Vaksin COVID-19 Bagi Semua Negara, Indonesia Terus Perjuangkan Kesetaraan
Beberapa minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, terjadi lonjakan kasus di Tanah Air, dengan tingkat positif melebihi 23 persen pada Rabu (16/6) dan kasus harian mendekati 10 ribu, angka tertinggi sejak akhir Februari.
Dalam laporan terbarunya, WHO mendesak Indonesia untuk memperketat lockdown atau kuncitara (penguncian sementara) karena peningkatan penularan akibat sejumlah varian virus COVID-19 dan juga kekhawatiran atas lonjakan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. (voaindonesia.com)








