Solar Langka di Jalinsum Lintas Timur, Kendaraan Pemudik Terancam Mogok

Solar Langka di Jalinsum Lintas Timur, Kendaraan Pemudik Terancam Mogok
ATREAAN DI SPBU: Sejumlah kendaraan antre di SPBU untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di kawasan Pulu Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu 14 Maret 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. (FOTO: Muhammad Arifin)

KLIKSUMUT.COM | LABUHANBATU SELATAN ~ Puluhan kendaraan pemudik dan truk menghadapi ancaman mogok di jalan karena kelangkaan solar di sejumlah SPBU di Jalinsum Lintas Timur Sumatera Utara. Menjelang Idulfitri, antrean panjang terlihat di SPBU wilayah Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, hingga Kabupaten Asahan.

Antrean Panjang Terjadi di SPBU, Solar Habis

Muhammad Arifin, seorang pemudik, menceritakan pengalamannya saat mengantre di beberapa SPBU. Ia mengaku kecewa dengan kinerja Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang tidak mampu menjaga ketersediaan solar, terutama bagi pemudik.

“Saya sudah ikut antre di tiga SPBU. Belum sampai giliran, petugas SPBU sudah kasih info, solar habis,” ujar Arifin kesal.

BACA JUGA: Polres Tebing Tinggi Imbau Warga Tertib Saat Antre BBM di SPBU

Antrean panjang terjadi di SPBU kawasan Cikampak Labusel, SPBU Rantau Prapat Labuhanbatu, Aek Kanopan di Labura, hingga SPBU Pulu Raja di Asahan. Selain mobil pemudik, puluhan truk juga terpaksa memilih parkir di sekitar SPBU menunggu pasokan solar tiba.

“Tanki sudah rest. Kalau tidak dapat solar, kami terancam tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Medan. Akan mogok di tengah jalan,” tambah Arifin.

Dugaan Penimbunan Solar

Arifin, warga Kota Pekanbaru, Riau, yang mudik ke rumah orangtuanya di Medan, menempuh perjalanan darat menggunakan mobil pribadi. Ia menduga antrean panjang muncul karena sebagian warga membeli BBM dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

“Banyak pengendara mobil pribadi yang kesal karena tidak dapat solar. Kita dapat informasi, ada yang beli untuk dijual kembali,” tutur Arifin.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Cemas BBM Akan Langka akibat Konflik Timur Tengah, Warga Sergai Antre di SPBU

Ia juga menyinggung dugaan kelangkaan akibat konflik Timur Tengah menjelang Idulfitri.

Minimnya Pengawasan Aparat

Arifin menyayangkan tidak adanya aparat kepolisian yang mengawasi distribusi BBM di SPBU, meskipun Operasi Pekat Toba sedang berlangsung.

“Kalau ada polisi yang kawal, setidaknya antrean bisa adil untuk semua pemudik,” tutup Arifin.

Ia berharap Polda Sumatera Utara menempatkan personel di tiap SPBU untuk mencegah praktik pembelian BBM besar-besaran dan penimbunan solar bersubsidi. (KSC)

Pos terkait