Slank: Dari “Anak Slenge’an Cikini” Jadi Legenda Rock Tanah Air! Ini Kronologi Lengkapnya

Slank: Dari "Anak Slenge’an Cikini" Jadi Legenda Rock Tanah Air! Ini Kronologi Lengkapnya
Slank (Ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Siapa sangka, band legendaris Indonesia yang kini dikenal sebagai Slank ternyata berawal dari sekumpulan anak SMA yang doyan nge-band dan tampil “slenge’an”? Berdiri resmi sejak tahun 1983, perjalanan Slank bukan hanya panjang, tapi juga penuh lika-liku, drama, dan tentunya musik yang membekas di hati jutaan Slankers di seluruh Indonesia.

Berikut ini adalah sejarah lengkap dan kronologi awal berdirinya Slank, mulai dari masa mereka masih bernama Cikini Stones Complex (CSC), hingga akhirnya menjadi ikon musik rock Indonesia!

 1981: Awal Mula di Perguruan Cikini

Pada 25 Desember 1981, Bimo Setiawan Almachzumi atau lebih dikenal sebagai Bimbim, bersama teman-teman SMA-nya di Perguruan Cikini, Jakarta, membentuk band bernama Cikini Stones Complex (CSC). Sesuai namanya, band ini kerap membawakan lagu-lagu The Rolling Stones.

Namun, seiring berjalannya waktu, CSC bubar, dan ini menjadi titik awal lahirnya sebuah band baru yang akan mengubah wajah musik Indonesia selamanya.

 1983: Red Evil Lahir, Slank Segera Menyusul

Awal 1983, Bimbim tak tinggal diam. Ia menggandeng sepupunya Denny BDN, serta Erwan dan Kiki untuk membentuk band baru bernama Red Evil. Berbeda dengan CSC, Red Evil lebih berani membawakan lagu-lagu barat seperti Van Halen dan juga lagu ciptaan sendiri. Suara Erwan yang mirip David Lee Roth jadi nilai lebih mereka saat itu.

BACA JUGA: Dewa 19 Kembali Menggebrak: Konser All Stars 2.0 di GBK Pecahkan Rekor dan Hadirkan Sonata Nostalgia

Namun, gaya mereka yang urakan dan penampilan panggung yang liar sering dibilang “slenge’an” oleh teman-teman. Dari sinilah, lahir nama legendaris: SLANK, yang diambil dari kata “slenge’an” dan ditambah huruf “K” agar terdengar lebih keren.

Slank resmi berdiri akhir tahun 1983, dalam sebuah momen ulang tahun Denny BDN di arena bowling Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Formasi pertama Slank:

  • Bimbim (Drum)

  • Denny BDN (Bass)

  • Kiki (Gitar)

  • Bongky (Gitar)

  • Erwan (Vokal)

Penampilan perdana Slank dilakukan di Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, lengkap dengan manajer pertama mereka, Erry, yang merupakan kakak dari Erwan.

Slank semakin dikenal lewat keberanian mereka tampil beda. Saat tampil di Festival Band KMSS di Istora Senayan, mereka bahkan menggabungkan gamelan Jawa dalam aksi panggungnya — menyajikan nuansa blues ala Indonesia! Sayangnya, Grass Rock asal Surabaya keluar sebagai pemenang.

Namun, ini bukan akhir. Justru jadi awal dari babak baru yang lebih berwarna.

Sejak awal berdiri, Slank mengalami banyak bongkar pasang personel:

  • 1984: Kiki keluar, digantikan oleh Adri Sidaharta (keyboard).

  • 1985: Erwan cabut ke Amerika. Vokal sempat diisi oleh Uti, Lala, hingga akhirnya Well Willy (eks CSC).

  • 1987: Adri keluar, disusul Well Willy dan Andre.

  • 1988–1989: Muncul formasi-formasi eksperimental, hingga akhirnya…

Setelah berbagai eksperimen, Kaka, sepupu Bimbim, resmi bergabung sebagai vokalis pada tahun 1989. Formasi Slank saat itu terdiri dari:

  • Kaka (Vokal)

  • Bimbim (Drum)

  • Bongky (Bass)

  • Pay (Gitar)

  • Indra Qadarsih (Keyboard)

Formasi ini dikenal sebagai Formasi Emas Slank, yang kemudian melahirkan berbagai karya fenomenal.

Lewat tangan dingin Boedi Soesatio, Slank merilis album pertama berjudul: “Suit… Suit… He… He… (Gadis Sexy)”.

  • Lagu andalan: Maafkan

  • Album ini meraih BASF Awards 1990–1991 untuk penjualan terbaik kategori Rock.

  • Slank pun dikenal sebagai suara anak muda, dengan lirik-lirik jujur dan berani.

BACA JUGA: KLa Project: Perjalanan Legendaris Band Pop Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu

1991–1993: Kejayaan & Album Ikonik

  • Album ke-2 “Kampungan” (1991): Hits seperti Terlalu Manis dan Mawar Merah meledak.

  • Album ke-3 “PISS” (1993): Berisi kritik sosial dan tetap slenge’an, dengan lagu-lagu seperti Mau (Beli) Tidur, Cekal, dan Main Monopoli.

  • Gaya hidup mulai berubah, dan narkoba mulai menggerogoti produktivitas Slank.

Slank bukan cuma band, mereka adalah gerakan budaya. Musik mereka bukan sekadar hiburan, tapi juga penyampai pesan, kritik sosial, dan simbol perlawanan terhadap sistem yang mapan.

Dari remaja slenge’an Cikini hingga panggung-panggung megah di seluruh Indonesia, perjalanan Slank adalah kisah perjuangan, kegigihan, dan cinta terhadap musik. (KSC)

Pos terkait