
DELI SERDANG | kliksumut.com – Di masa pendemi Virus Corona, Pembelajaran secara daring pada tahun ajaran 2020/2021. Membuat siswa harus memanfaatkan ponsel dan jaringan internet secara optimal agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik.
Tetapi langkah ini tidak jarang, membuat pembelajaran daring turut memberatkan beberapa kalangan orangtua siswa, lantaran harus merogoh kocek yang cukup banyak untuk membeli pulsa internet. Demi untuk bisa mengikuti proses Pembelajaran secara daring.
Berangkat dari hal tersebut, Irsan Mulyadi warga Kecamatan Sunggal, Deliserdang ini berinisiatif untuk membuat sebuah pojok belajar yang terletak di Gang Samin, Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang yang sudah difasilitasi wifi bagi siswa yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut.
Baca juga : Indihome Berikan Paket Belajar dari Rumah
Ide pembuatan pojok belajar Irsan ini berawal saat ia membaca situs berita terkait pembiayaan pulsa internet yang cukup memberatkan ekonomi dari berberapa kalangan. kamis (23/7/2020).
“Saat saya membaca situs tersebut, saya berpikir bahwa di rumah kan ada wifi indihome dan mertua saya pensiunan telkom, kenapa tidak dipergunakan untuk warga sekitar. Nah setelah baca berita itu saya mencoba mengumpulkan beberapa orang anak untuk siapa yang mau belajar disini dengan syarat memang benar-benar membutuhkan,” Ujar Irsan.
Dalam kegiatan proses belajar tersebut, tampak empat anak sibuk mengerjakan soal-soal pelajaran dan sesekali menggunakan ponsel android untuk melakukan pencarian untuk soal-soal yang belum dimengerti.
Anak-anak yang hadir juga turut menyambut senang adanya fasilitas pojok belajar yang meringankan beban mereka, diantaranya ada Rifky Febriansyah.
“Saya senang pastinya. Saya tahu dari teman, kita berdua datang tadi. Membantu sekali ya jadi kita bisa hemat paket internet. Wifi kencang jadi mudah untuk belajarnya. Nanti bakalan sering datang ya kak mungkin hingga Corona ini selesai,” ungkap Rifky.
Senada dengan Rifky, Dio Ferdinand, siswa SMP Kelas 7 ini mengaku sedikit alami kesulitan lantaran harus belajar secara mandiri.
“Kalau belajar daring ini lumayan susah. Kalau belajar sendiri kalau tidak mengerti ini yang bingung. Jadi ya tanya-tanya teman, kadang juga orangtua tidak paham untuk ajarin jadi ya searching pakai google,” kata Dio.
Tambahnya, adanya penggunaan pencarian google secara intensif turut membuat pulsa kuota Dio cepat habis. Adanya pojok belajar dengan wifi ini tentu akan sangat membantu sekali.
“Di rumah abis kuota karena sering searching ini. Adanya area wifi ini ya senang kak, karena inikan HP ibu bukan HP saya sendiri, jadi yang harusnya beli kuota bisa beli HP jadi mau tabung uangnya dulu,” tuturnya.
Sebelum memasuki area pojok belajar, Irsan sudah menyediakan alat kebersihan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan mulai dari air, sabun cuci tangan, hingga hand sanitizer.
“Mereka harus menjalankan protokol kesehatan jika ingin belajar disini seperti mencuci tangan dengan sabun yang sudah kita sediakan, mereka harus pakai masker, dan pakai hand sanitizer. Jika mereka tidak membawa masker, kita juga sediakan masker untuk mereka,” ujar Irsan lagi.
Dalam area pojok belajar ini, Irsan menyediakan empat kursi dan meja dengan memperhatikan jarak agar tetap menjaga physical distancing dengan mulai dilaksanakan pukul 08.00-12.00 WIB sesuai waktu pembelajaran di sekolah.
Namun, jika misalnya ada anak yang ingin menggunakan fasilitas pojok belajar walau di luar jam pembelajaran sekolah, Irsan tetap memperbolehkan asal tidak di luar dari konteks pembelajaran.
“Batasannya dari waktu mereka belajar sesuai jadwal dari sekolah yaitu jam 8 hingga 12 siang. Nah kalau seandainya mereka masih mau duduk disini kalau sifatnya searching segala macam ya silahkan. Sekali lagi kita tidak ingin mengajarkan mereka untuk ketergantungan bermain games,” tegas Irsan.
Irsan sendiri memiliki beberapa kebijakan untuk penggunaan fasilitas yang disediakan secara gratis ini.
Tepat di dinding area pojok belajar, tertulis beberapa peraturan seperti tidak diperkenankan menggunakan aplikasi Tiktok ataupun sosial media yang tidak ada kaitannya dengan akademik.
“Kita khawatir kenapa salah satunya tiktok, mereka lebih keasyikan bermain ketimbang belajar sementara kita buat ini memang benar-benar ingin memfasilitasi mereka belajar. Kalau Whatsapp dan segala macem tidak masalah karena tadi saya cek mereka whatsapp dengan kawan sekelas dengan guru yang berkaitan dengan pelajaran,” terangnya.
Baca juga : Empat Pelajar Asahan Peroleh Beasiswa dari Sampoerna Foundation
Kedepannya, Irsan mengharapkan anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas dengan maksimal. Ia juga turut menuturkan bahwa dengan adanya area pojok belajar gratis ini dapat menjadi pancingan dan inspirasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan.
“Kalau hari ini pemerintah masing-masing menjalankan proses daring, kita berharap mereka dapat mengikuti itu. Semoga juga menjadi inspirasi bagi orang lain, kalau misalnya di rumah ada jaringannya memadai dan halaman yang bisa menampung ya apa salahnya untuk berbagi jaringan wifi. Toh sebulan kita bayar kadang kuota itu tidak habis jadi kita bagikan ke rumah. (Fhm)








