SAMOSIR | kliksumut.com – Dalam temu pers yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan di kantor DPD PDI Perjuangan, Rabu (16/12/2020), Ketua DPP PDI Perjuangan, Arteria Dahlan menyinggung nama Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Jabiat Sagala yang tidak loyal kepada pimpinannya Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dalam perhelatan Pilkada Samosir.
“Sekda yang seharusnya netral, namun Sekda di Samosir menjadi mesin pemenang salah satu calon bupati dan anaknya masuk menjadi tim sukses pasangan nomor urut dua,” kata Arteria.
Anggota DPR RI, Bob Andika Sitepu Serahkan Bus Sekolah Ke Moderamen GBKP
Dirinya menyayangkan sikap Sekda Samosir yang menggiring birokrasi untuk berpolitik memenangkan pasangan calon urut dua.
Bahkan anggota Komisi 3 DPR RI ini hadapan kamera wartawan, juga mempertanyakan apakah Sekda Samosir telah menerima uang sehingga ngotot mendukung nomor urut dua atau janji-janji dari pasangan nomor urut dua supaya jabatannya sebagai Sekda tetap dipertahankan, sebab menurutnya, ini jelas perbuatan korupsi.
DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Arteria Dahlan meminta pasangan pemenang bupati dan wakil bupati Samosir, Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang harus didiskualifikasi.
Hal ini disampaikannya setelah menyampaikan semua bukti temuan politik uang yang terjadi dalam Pilkada Samosir yang dihimpun dari 9 kecamatan dan dari 128 desa yang ada di Kabupaten Samosir.
Baca juga: Laporan Politik Uang Telah Diterima Bawaslu Samosir
“Vandiko harus didiskualifikasi dan penyelenggara pemilu harus menunda penetapan pemenangan pemilu di Samosir,” kata Arteria yang juga anggota Komisi III DPR RI ini, Rabu (16/12/2020) di kantor PDI Perjuangan Sumut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah, Jabiat Sagala terkejut namanya disebut sebut dalam temu pers di DPD PDI Perjuangan.
“No coment, terimakasih, salom dan sejahtera, ” ujarnya lewat pesan singkat WA. (f.sianturi)








