Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Huntara dan Stok Logistik Sebelum Ramadan 1447 H

Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Huntara dan Stok Logistik Sebelum Ramadan 1447 H
PERCEPATAN PEMBANGUNAN HUNTARA: Sekda Aceh, M. Nasir, menginstruksikan percepatan pembangunan huntara dan penyiapan stok logistik untuk masyarakat terdampak sebelum Ramadan 1447 H. (FOTO: Adli Safwan)

KLIKSUMUT.COM | BANDA ACEH ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) serta menyiapkan stok logistik bagi warga terdampak bencana. Upaya ini agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan 1447 H dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Percepatan Relokasi Pengungsi ke Huntara

Dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan pascabencana dan kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Senin (16/2), M. Nasir menegaskan percepatan relokasi pengungsi dari tenda darurat ke huntara yang lebih layak.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak memiliki kepastian tempat tinggal. Saya minta percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas Sekda Aceh.

BACA JUGA: Sekda Aceh Koordinasi dengan Kemenko Infrastruktur, Percepat Pembangunan Huntara Pascabencana

Saat ini, pemerintah telah membangun 6.060 unit huntara, namun sebagian warga masih berada di tenda darurat.

Stok Logistik dan Bantuan Tepat Sasaran

Sekda Aceh juga mewanti-wanti agar distribusi logistik tidak tumpang tindih antara APBA, BNPB, dan Kemensos. Ia menekankan pentingnya distribusi bantuan berbasis data yang terverifikasi dan diperbarui secara berkala.

“Hindari pemborosan anggaran. Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, dan kabupaten/kota harus intensif. Pastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak yang luput dari distribusi logistik,” ucap Nasir.

BACA JUGA: Pemerintah Aceh Percepat Penyediaan Lahan untuk Huntara dan Huntap Korban Banjir

Bacaan Lainnya

Kesiapan Sektor Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

Di sektor kesehatan, 307 dari 309 Puskesmas sudah kembali beroperasi. Sekda Aceh meminta penguatan layanan kesehatan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan menjadi prioritas.

Di bidang pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai 75%. Sekda juga menginstruksikan pemenuhan kebutuhan siswa, termasuk buku dan seragam, melalui koordinasi dengan Dinas Sosial.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana di Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan ke depan, dengan pembangunan jembatan Bailey sebagai prioritas yang ditargetkan rampung pada Juli. Sementara itu, Irigasi Jambo Aye akan diuji alir pada akhir Februari untuk mengairi 7.000 hektare sawah, menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Antisipasi Kenaikan Harga dan Layanan Listrik

Nasir juga menginstruksikan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga bahan pokok. Ia juga meminta PLN memberikan kebijakan khusus bagi warga terdampak, termasuk usulan penggratisan listrik selama tiga bulan. Mengingat potensi hujan lebat hingga 25 Februari, Sekda Aceh meminta tim SAR tetap siaga 24 jam dan memperkuat mitigasi bencana berdasarkan pengalaman sebelumnya.

“Ini penting untuk menekan inflasi dan meringankan beban warga,” tegasnya. (KSC)

REPORTER: Adli Safwan

Pos terkait