Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp16.680 per Dolar AS, Dolar Menguat Usai Sinyal The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp16.680 per Dolar AS, Dolar Menguat Usai Sinyal The Fed
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Senin (3/11/2025), di kisaran Rp16.630–Rp16.680 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (31/10/2025), rupiah justru sempat menguat tipis 0,03% ke posisi Rp16.631 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS juga tercatat naik 0,04% ke level 99,56.

Sejumlah mata uang utama Asia tercatat melemah terhadap dolar AS, antara lain:

Sementara itu, beberapa mata uang regional lainnya menguat, seperti dolar Hong Kong naik 0,01%, won Korea menguat 0,28%, peso Filipina naik 0,23%, ringgit Malaysia naik 0,20%, dan baht Thailand menguat 0,09%.

BACA JUGA: Kemenperin Pacu Industri Kreatif, Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Berbasis Talenta Global

Menurut pengamat forex Ibrahim Assuaibi, penguatan dolar AS pada perdagangan terakhir pekan lalu dipicu oleh kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga acuannya.

Namun, Ketua The Fed Jerome Powell memberikan sinyal ketidakpastian terhadap pemangkasan lanjutan pada Desember mendatang.

“Hal tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS dan dolar AS menjadi lebih tinggi,” ujar Ibrahim, Jumat (31/10/2025).

Meskipun pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah berlangsung beberapa waktu lalu, Ibrahim menilai belum ada tanda signifikan bahwa tensi perang dagang kedua negara akan mereda.

Kondisi tersebut tetap menjadi faktor eksternal yang menekan pergerakan mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat dan stabil di tengah dinamika global.
Ibrahim menyebut, inflasi September 2025 berada di level 2,65% secara tahunan (YoY), menunjukkan stabilitas harga yang terjaga.

Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga meningkat ke level 115, mencerminkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian.

BACA JUGA: Harga Emas Perhiasan Naik Signifikan, Simak Daftar Lengkapnya!

“Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$29,14 miliar, didukung oleh ketahanan perbankan dan cadangan devisa yang tinggi, sehingga mampu menjaga sistem keuangan nasional,” tutur Ibrahim.

Pemerintah juga terus mendorong reformasi struktural untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025, pemerintah menargetkan proses perizinan usaha menjadi lebih cepat, mudah, dan pasti.

“Langkah deregulasi ini diharapkan mempercepat investasi dan memperkuat stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global,” kata Ibrahim. (KSC)

Pos terkait