KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp16.630–Rp16.660 pada perdagangan hari ini, Jumat (28/11/2025).
Sehari sebelumnya, mengutip data Bloomberg, rupiah justru menguat 0,17% atau 28 poin ke posisi Rp16.636 per dolar AS pada penutupan Kamis (27/11/2025). Pada saat yang sama, indeks dolar AS terkoreksi tipis 0,01% ke level 99,59.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sentimen global yang kuat, terutama terkait kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) jelang Desember.
BACA JUGA: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp16.240 per Dolar AS, Sentimen Negatif Perdagangan AS Jadi Pemicunya
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian pasar adalah sosok calon pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Masa jabatan Powell yang dimulai pada 2018 akan berakhir pada Mei 2026.
Nama Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, disebut menjadi kandidat terkuat. Ibrahim menilai, Hassett yang merupakan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengikuti dorongan Trump untuk menurunkan suku bunga secara agresif.
“Trump telah menyerukan penurunan suku bunga yang jauh lebih besar untuk mendorong perekonomian AS, meskipun The Fed sebagian besar menolak seruannya untuk berhati-hati atas inflasi yang stagnan,” jelas Ibrahim dalam risetnya, Jumat (27/11/2025).
Dari dalam negeri, optimisme pasar meningkat seiring proyeksi ekonomi yang lebih solid pada akhir 2025. Pemerintah terus menggulirkan berbagai stimulus, mulai dari bantuan langsung tunai (BLT) hingga percepatan program bantuan pangan seperti beras dan minyak goreng.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2025 diperkirakan mencapai kisaran 5,7%, melampaui realisasi kuartal III/2025 yang tercatat 5,04%.
Dengan mempertimbangkan tekanan eksternal dan dukungan internal tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah pada penutupan perdagangan Jumat (28/11/2025). (KSC)
TIM REDAKSI





