Garuda Indonesia Masih Bahas Rencana Pembelian Pesawat Boeing

Garuda Indonesia Masih Bahas Rencana Pembelian Pesawat Boeing
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (foto/ist)

KLIKSUMUT,COM  | JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memastikan proses pembahasan terkait rencana pembelian pesawat baru dari Boeing masih berlangsung. Maskapai pelat merah itu menegaskan keputusan akhir akan diselaraskan dengan program transformasi jangka panjang perusahaan.

Direktur Teknis Garuda Indonesia, Mukhtaris, menyampaikan bahwa diskusi dengan pabrikan asal Amerika Serikat (AS) itu belum memasuki tahap final. Evaluasi internal terkait jaringan rute dan rencana armada masih menjadi fokus sebelum mengambil keputusan.

Bacaan Lainnya

“Diskusi terkait pembelian pesawat Boeing, terutama yang langsung ke pabrikan, masih berjalan saat ini,” jelas Mukhtaris dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Mukhtaris menambahkan, Garuda sedang menelaah berbagai komponen strategis, termasuk network plan dan fleet plan, untuk memastikan keselarasan dengan transformasi jangka panjang maskapai.

BACA JUGA: Antre 7 Tahun untuk Dapat Pesawat Baru: Danantara Suntik Dana Rp6,65 Triliun Sehatkan Garuda Indonesia

“Delivery pesawat memang masih jauh, dan Garuda juga sedang menunggu. Kita masih review secara internal, transformation program Garuda ini seperti apa ke depannya, termasuk salah satunya adalah network plan dan juga fleet plan. Jadi, diskusinya masih berjalan sampai saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebut bahwa realisasi pembelian armada baru Garuda diperkirakan akan terjadi dalam jangka panjang. Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyampaikan bahwa antrean pengiriman pesawat baru untuk maskapai global saat ini sangat panjang.

“Masalahnya, kita mau beli, investasi pesawat baru. Tapi pengiriman pertamanya tujuh tahun dari sekarang. Beli pesawat lagi antre,” kata Rohan.

Menurut Rohan, antrean panjang berlaku baik untuk pembelian Boeing maupun Airbus. Hal ini mencakup paket negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan AS, serta kontrak pembelian pesawat dari Eropa.

BACA JUGA: Garuda Indonesia dan Stakeholder Bandara Kualanamu Minta Maaf atas Insiden Salah Tangkap Ketua DPW NasDem Sumut

“Kan sudah dikontrak waktu restrukturisasi, kita harus beli Boeing. Tapi, baik Boeing atau Airbus, dua-duanya menunggu tujuh tahunan,” tambahnya.

Dengan langkah ini, Garuda Indonesia menegaskan komitmennya untuk melakukan pembelian armada secara strategis dan berkelanjutan, sejalan dengan transformasi perusahaan menuju maskapai yang lebih efisien dan kompetitif. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait