PRSI Medan Terapkan Sanksi Bagi Atlet Yang Melanggar Prokes

MEDAN | kliksumut.com – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Medan menerapkan aturan ketat selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Sanksi berupa larangan mengikuti latihan selama seminggu diberikan kepada atlet yang melanggar Protokol Kesehatan (Prokes).

Ketua Umum PRSI Medan, H
Syahriandy menegaskan, Prokes menjadi prioritas utama bagi atlet yang sedang latihan. Untuk pembatasan atlet yang latihan kami mengambil kebijakan membagi atlet dan jadwal latihan dalam seminggu menggelar tiga kali latihan secara bergantian.

BACA JUGA: Fahmita Fokus Latihan Dengan Prokes Menuju Arena Porprovsu

“Jadwal latihan atlet tiga kali seminggu. Tapi kami gelar bergantian agar menghindari kerumunan massa. Jadi tidak sekali semua latihan sama. Memang tidak optimal, tapi kami harus mematuhi Prokesnya. Kalau ada yang tidak patuh, kami tidak kasih latihan selama seminggu sebagai saknsinya ,” kata pria yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area (UMA) di Kantor Sekretariat KONI Medan Jalan Stadion Teladan Medan, Rabu (15/12/2021).

Dijelaskan, saat ini PRSI Medan membina 30 atlet dari lapisan satu hingga tiga. Masing-masing lapisan terdiri dari 10 atlet, termasuk lapisan utama yang merupakan binaan KONI Medan.

“Jadi masing-masing atlet latihan sekali seminggu dan hanya 10 atlet yang berlatih setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Ada juga yang latihan mandiri, mereka cari kolam sendiri. Bagi yang langgar Prokes, kami tegur dan berikan sanksi. Seminggu kami istirahatkan. Kalau masih dilanggar, mereka tidak bisa ikut latihan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PRSI Medan, Reza Vahlevi menambahkan, untuk binaan KONI Medan ada 5 atlet putra dan 5 putri. Pihaknya memberlakukan sistem promosi dan degradasi bagi atlet demi mencari yang terbak menuju Porprov Sumut 2022.

BACA JUGA: Renang Andalan Medan Di Porprovsu 2022

“Yang terbaik, itu yang kami pilih. Target kan juara umum di Porprov Sumut nanti. Jadi kami buat promosi degradasi agar atlet semakin terpacu,” kata Reza yang juga merupakan seorang tenaga pendidik ini.

Pihaknya pun mengimbau, agar para atlet tetap latihan mandiri jelang libur akhir tahun ini. “Latihan perlu untuk menjaga skill dan stamina. Kalau tidak latihan, bisa turun lagi atau balik nol lagi apalagi bila sampai terpapar corona. Jadi pas libur, kami minta latihan fisik setiap pagi dan kalau bisa latihan di kolam juga dengan patuhi Prokes,” tutupnya. (BNL)

Bacaan Lainnya

 

Pos terkait