Protes Warga Medan Amplas Terkait Seleksi Kepling: Transparansi Dipertanyakan

Protes Warga Medan Amplas Terkait Seleksi Kepling: Transparansi Dipertanyakan
Pada Kamis (2/1/2025), warga Jalan Lukah Lingkungan IV kembali mendatangi Kantor Camat Medan Amplas untuk menyampaikan aspirasi mereka. (kliksumut.com/tim)

EDITOR: Wali

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Polemik terkait dugaan ketidaktransparanan seleksi kepala lingkungan (Kepling) di Kecamatan Medan Amplas kembali memanas. Pada Kamis (2/1/2025), warga Jalan Lukah Lingkungan IV kembali mendatangi Kantor Camat Medan Amplas untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Namun, kekecewaan meliputi warga lantaran Camat dan Sekcam Medan Amplas tidak berada di tempat. Aspirasi mereka hanya diterima oleh pihak Trantib yang tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan.

BACA JUGA:Coba Bermain, Kepling, Lurah dan Kades Dibebastugaskan Terlibat Politik Praktis

“Kami Butuh Penjelasan Langsung”
Willy Darmawan, salah satu calon Kepling yang tidak diundang wawancara, mengungkapkan kekecewaannya. “Warga merasa tidak puas karena pihak Trantib tidak bisa memberikan solusi. Kami butuh kejelasan langsung dari Camat dan Sekcam,” ujarnya.

Menurut Willy, persyaratan seleksi dianggap tidak konsisten. Berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal), syarat pendukung hanya mencakup KTP dan KK. Namun, panitia seleksi terus mempermasalahkan nomor handphone pendukung.

“Berdasarkan Perwal, syarat pendukung hanya KTP dan KK. Tetapi panitia terus mempermasalahkan nomor handphone pendukung, yang tidak relevan,” tambahnya.

Dugaan Penyalahgunaan Data Warga
Lebih lanjut, warga menuding adanya penggunaan data pribadi tanpa izin oleh salah satu calon Kepling untuk memenuhi syarat dukungan. “KK kami digunakan tanpa persetujuan untuk mendukung calon lain. Ini sangat merugikan kami,” tegas salah seorang warga.

Warga menuntut agar pihak kecamatan segera memberikan penjelasan dan memastikan proses seleksi berjalan adil serta transparan. “Jika tuntutan kami tidak direspon, kami akan terus mendesak hingga proses ini dilakukan sesuai aturan,” tambah Willy.

Aksi Berlanjut
Aksi serupa sebelumnya telah digelar pada Selasa (31/12/2024) sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakadilan dalam seleksi Kepling. Warga mendukung penuh Willy Darmawan, yang dianggap layak tetapi tidak diundang untuk wawancara seleksi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Camat maupun Sekcam Medan Amplas. Warga berencana terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka terpenuhi.

BACA JUGA: Calon Kepling IV Sei Agul Disuruh Buat Surat Pernyataan, Ombudsman: Lurah dan Camat Terlalu Berlebihan

Bacaan Lainnya

Protes ini menjadi sinyal bahwa masyarakat menuntut transparansi dan keadilan dalam setiap proses seleksi. Pemerintah Kecamatan Medan Amplas diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk menghindari konflik yang berkepanjangan. (KSC)

Pos terkait