JAKARTA | kliksumut.com – Indonesia mengirim 28 atlet ke Olimpiade Tokyo untuk berlaga di delapan cabang olahraga. Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto kepada VOA mengatakan, semua atlet yang berangkat ke Tokyo sudah divaksin penuh. Vaksinasi berlangsung pada 26 Februari dan 13 Maret lalu. Jika ada atlet yang ternyata positif terkena COVID-19 sebelum berangkat, maka dengan terpaksa harus dibatalkan.
“Makanya kami melakukan prokes yang ketat sekali, harus ada tes PCR rutin, terutama di hari menjelang keberangkatan. Kemudian di sana nanti juga kan sistemnya ‘bubble’ maksudnya dari wisma atlet ke venue saja tidak boleh ‘ngelayap’ ke mana-mana,” kata Gatot dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com.
Pihak Indonesia menurut Gatot juga sudah melakukan koordinasi dengan panitia pelaksana Olimpiade Tokyo bahwa jika ada atlet Indonesia yang setibanya di Tokyo diketahui positif COVID-19 maka ia harus dikarantina selama 7 hari.
BACA JUGA: Jelang Pra PORA 2021, Pengcab Aceh Utara Seleksi Atlit Taekwondo
“Dan dua hari setelah atlet selesai bertanding, entah karena sudah menang atau tidak lolos ke babak selanjutnya, atlet tersebut harus segera meninggalkan Jepang,” tambah Gatot.
Terkait dengan situasi pandemi di Indonesia saat ini, dengan angka kasus positif cukup tinggi, Gatot Dewa Broto mengatakan bahwa hal tersebut berdampak pada delegasi Indonesia.
“Ada aplikasi yang mewajibkan baik kontingen, pejabat, atau atlet yang ke sana itu tujuh hari berturut-turut sebelum berangkat itu harus swab PCR. Setelah landing di sana, selama tiga hari berturut-turut kita juga harus swab PCR,” ujar Gatot.








