KLIKSUMUT.COM | NGANJUK – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya reformasi internal aparat penegak hukum demi memperkuat keadilan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (17/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden meminta seluruh aparat negara mulai dari hakim, kepolisian, kejaksaan hingga TNI untuk berani melakukan koreksi diri dan membersihkan institusi masing-masing dari praktik korupsi maupun penyelewengan.
“Karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki, tetapi seluruh aparat lainnya juga harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri, harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tegas Prabowo.
Presiden menegaskan aparat negara tidak boleh menjadi pelindung praktik ilegal yang merugikan rakyat. Ia secara khusus menyinggung persoalan perjudian, narkoba hingga penyelundupan ilegal yang masih terjadi di berbagai wilayah.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Siapkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI, Apresiasi Prestasi Polri
“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat beking penyelewengan, aparat beking penyelundupan, beking narkoba, beking judi,” ujar Prabowo.
Pernyataan keras tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan terus mendorong reformasi penegakan hukum dan pemberantasan mafia ilegal di Indonesia.
Menurut Prabowo, langkah pembenahan internal sebenarnya sudah mulai dilakukan oleh pimpinan TNI dan Polri. Namun, ia meminta reformasi tersebut terus diperkuat agar aparat penegak hukum semakin profesional, bersih dan berpihak kepada rakyat.
Presiden juga mengingatkan bahwa aparat negara harus kembali pada jati dirinya sebagai pelayan masyarakat, bukan kekuatan yang ditakuti rakyat.
“Saya mengimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi yang dicintai rakyat,” kata Prabowo.
Peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah menjadi bagian penting dalam penghormatan negara terhadap perjuangan kaum buruh di Indonesia. Nama Marsinah dikenal luas sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.
Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa aparat negara yang bersih dan profesional merupakan kunci untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk kalangan buruh. (KSC)
TIM REDAKSI





