REPORTER: Swisma
EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas Pertamina, terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi di Jawa Tengah dengan mengintegrasikan infrastruktur gas bumi. Langkah ini berhasil meningkatkan penyerapan gas dari 48 BBTUD menjadi 60-70 BBTUD.
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Jumat (19/7/2024), dijelaskan bahwa integrasi ini didukung oleh fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) Tambak Rejo, hasil kolaborasi pemerintah melalui APBN dan badan usaha dengan jaringan distribusi Jawa Tengah. Fasilitas ORF ini dioperasikan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi Subholding Gas PGN.
BACA JUGA: PGN Bagikan 382 Hewan Qurban di Sekitar Wilayah Operasional
Gas bumi dari PEP Jambaran Tiung Biru mengalir melalui Pipa Gresik – Semarang (Gresem) dan diatur tekanannya di ORF Tambak Rejo sebelum dialirkan ke pembangkit listrik IP Tambak Lorok dan rumah tangga di Semarang – Demak. Gas juga mengalir ke KIT Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal melalui Pipa Cirebon Semarang Tahap I (Pipa Cisem I), termasuk melayani Kawasan Industri Tambak Aji serta KI Wijaya Kusuma.
Secara keseluruhan, gas bumi digunakan untuk satu pembangkit listrik, 31 industri & komersial, serta 29 pelanggan kecil. Penyerapan di sektor industri meningkat dari 0,5 BBTUD menjadi 3,5 BBTUD.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidharta, menyatakan bahwa integrasi infrastruktur Pipa Gresem, Pipa Cisem I, dan pipa distribusi Subholding Gas akan memberikan layanan gas bumi yang lebih optimal, siap mendukung kebutuhan gas yang besar di masa mendatang.
Harry menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur gas bumi PGN penting untuk mendukung kebutuhan komersialisasi gas di pelanggan, dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dalam pengoperasian seluruh aset infrastruktur.
BACA JUGA: PGN Bagikan 382 Hewan Qurban di Sekitar Wilayah Operasional
PGN juga mendukung pengembangan Cisem Tahap 2 oleh Pemerintah melalui APBN, yang akan menyatukan pasokan dan permintaan gas di Jawa Timur dan Jawa Barat. Hal ini diharapkan memberikan fleksibilitas operasi, menjaga ketahanan pasokan, dan memenuhi kebutuhan gas di seluruh Jawa.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen menjaga portofolio dalam kondisi prima dan mengembangkan layanan gas bumi integratif di Pulau Jawa. Harry menyatakan bahwa fokus PGN adalah memastikan pasokan gas bumi yang handal dan tersalurkan dengan baik melalui infrastruktur pipeline dan beyond pipeline, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan negara. (KSC)








