Pesan Penting Jelang Berangkat Haji 2026: Ketua PPIH Medan Ingatkan “Empat Nyawa Jemaah Haji”

Pesan Penting Jelang Berangkat Haji 2026: Ketua PPIH Medan Ingatkan “Empat Nyawa Jemaah Haji”
Keberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan kembali bergulir. Sebanyak 360 jemaah yang tergabung dalam Kloter 10 resmi masuk Asrama Haji Embarkasi Medan, Sabtu (2/5/2026) pagi, dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Minggu (3/5/2026).

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Keberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan kembali bergulir. Sebanyak 360 jemaah yang tergabung dalam Kloter 10 resmi masuk Asrama Haji Embarkasi Medan, Sabtu (2/5/2026) pagi, dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Minggu (3/5/2026).

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menyampaikan pesan penting kepada para jemaah terkait hal krusial yang harus dijaga selama menjalankan ibadah haji. Ia menyebut ada “empat nyawa jemaah haji” yang tidak boleh diabaikan.

Jemaah Kloter 10 terdiri dari: Kabupaten Deli Serdang: 208 orang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan: 136 orang, Kabupaten Labuhanbatu: 11 orang ditambah petugas haji Seluruh jemaah disambut di asrama haji sebelum diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Zulkifli menegaskan bahwa ada empat hal penting yang diibaratkan sebagai “nyawa” bagi jemaah haji:

1. Nyawa diri (fisik dan kesehatan)
Ia mengingatkan bahwa kehidupan jemaah adalah hal utama yang harus dijaga. Kondisi fisik harus tetap prima selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Jelang Keberangkatan, Petugas Haji Kloter 09 Embarkasi Medan Dibekali Pemantapan Layanan Jemaah

2. Paspor
Paspor disebut sebagai “nyawa kedua”. Dokumen ini menjadi identitas utama untuk masuk ke Arab Saudi. Kehilangan paspor dapat berdampak serius bagi jemaah.

3. Kartu Nusuk
Kartu Nusuk merupakan identitas wajib untuk mengakses tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram, Madinah, hingga Arafah saat puncak haji.
Zulkifli menegaskan kartu ini harus selalu dikenakan, idealnya digantung di leher, dan tidak boleh dibagikan di media sosial.

Ia juga menyoroti tren swafoto (selfie) jemaah yang kerap memamerkan kartu tersebut.
“Sekarang musim selfie, ‘Alhamdulillah sudah dapat kartu nusuk’, itu tidak boleh,” tegasnya.

4. Uang (living cost)
Setiap jemaah akan mendapatkan uang saku (living cost) sebesar 750 riyal. Dana ini menjadi penunjang kebutuhan selama di Tanah Suci. Jemaah juga diperbolehkan membawa uang tambahan sesuai kebutuhan.

Pihak PPIH menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah. Zulkifli juga mengimbau agar seluruh jemaah mematuhi aturan demi kelancaran ibadah.

BACA JUGA: May Day 2026: Dari Seremoni ke Aksi Nyata Perlindungan Pekerja di Sumatera Utara, Bupati Asahan Terima 1.700 BPJS Ketenagakerjaan

“Ikut aturan untuk kebaikan bersama. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ujarnya.

Dengan persiapan matang dan pemahaman akan hal-hal penting tersebut, diharapkan jemaah haji Embarkasi Medan dapat menjalankan ibadah dengan aman, lancar, dan penuh khusyuk. (KSC)

Pos terkait