Penurunan Penerbangan China–Jepang Kian Parah, Musim Sakura Sepi Wisatawan

Penurunan Penerbangan China–Jepang Kian Parah, Musim Sakura Sepi Wisatawan
Pesawat penerbangan China-Jepang.(Ilustrasi/ist)

KLIKSUMUT.COM | JEPANG – Tren penurunan lalu lintas udara antara China dan Jepang terus berlanjut dan semakin terasa dampaknya pada sektor pariwisata, khususnya di musim mekarnya bunga sakura yang biasanya menjadi magnet wisata global.

Berdasarkan data dari Flight Master, seluruh penerbangan terjadwal pada 53 rute China–Jepang dilaporkan batal sepanjang Maret 2026. Padahal, periode ini dikenal sebagai salah satu musim perjalanan tersibuk antara kedua negara.

BACA JUGA: Komitmen Investasi Rp575 Triliun! Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Buahkan Hasil Besar

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 2.691 penerbangan antara daratan China dan Jepang dibatalkan selama bulan tersebut. Angka ini setara dengan tingkat pembatalan mencapai 49,6 persen, meningkat 1,1 poin dibandingkan Februari. Data tersebut dikutip dari Asia News pada Kamis (23/4/2026).

Sejumlah rute favorit yang sebelumnya ramai kini ikut terdampak. Penerbangan dari Bandara Internasional Beijing Daxing menuju Bandara Internasional Kansai yang semula dijadwalkan sebanyak 125 keberangkatan selama Maret, tercatat tidak satu pun beroperasi.

Hal serupa juga terjadi pada rute dari Bandara Internasional Shanghai Pudong menuju Sapporo yang turut dibatalkan sepenuhnya.

BACA JUGA: Rupiah Menguat Tipis di Awal Pekan, Sentimen Pasar Masih Dibayangi Perang Dagang AS-China

Penurunan drastis ini menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata Jepang yang selama ini sangat bergantung pada wisatawan asal China, terutama saat musim sakura. Minimnya penerbangan membuat jumlah kunjungan wisatawan menurun signifikan, berdampak langsung pada sektor perhotelan, transportasi, hingga usaha lokal.

Hingga kini belum ada kepastian kapan rute-rute tersebut akan kembali normal. Namun pelaku industri berharap pemulihan dapat terjadi dalam waktu dekat agar momentum pariwisata tidak semakin tergerus. (KSC)

Pos terkait