Penderita Penyakit Aneh Asal Paluta Butuh Biaya Perobatan

Penderitan Penyakit Aneh Asal Paluta Butuh Biaya Perobatan
BUTUH BANTUAN: Nelliati, penderita benjolan aneh pada wajah membutuhkan bantuan biaya perobatan dari peerintah dan para dermawan. (FOTO: Rahmat Khairul Daulay)

EDITOR: Ahmad Zulfikar Sagala | REPORTER: Rahmat Kharul Daulay

PADANGLAWAS UTARA| KLIKSUMUT.COM – Kini Nelliati pasrah! Tidak ada yang dapat ia lakukan lagi. Hanya bisa berharap mukjizat turun dari langit. Tidak ada yang lain. Hanya itu! Kecuali sepengal doa, semoga dunianya normal kembali seperti sedia kala.

Perempuan 44 tahun ini tidak seberuntung orang anak lain yang bisa menikmati masa kecil dengan ceria atau masa remaja yang penuh canda tawa. Sejak usia 8 tahun, usai pulang sekolah, Nelliati lebih banyak mengurung diri di rumah dan memilih menghindar dari pergaulan sosial dilingkungan tempat tinggalnya, di Desa Simbolon, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Saat duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, masa kecil Nelliati direnggut paksa oleh penyakit langka. Bermula saat muncul beberapa benjolan aneh pada pipi, kening, kemudian menjalar hingga menutup seluruh wajah. Bahkan penyakit aneh itu semakin akut dan merusak mata bagian kirinya.

BACA JUGA: Bocah Asal Padangsidimpuan Butuh Bantuan Dermawan

Penderitaan belum berakhir. Saat duduk di bangku kelas 2 Madrasyah Aliyah di salah satu sekolah di desanya, benjolan aneh mulai menjalar pada kedua tangan hingga tampilannya tak ubah seperti robot di film cartoon. Akibatnya, Nelliati memilih putus sekolah. Selain keterbatasan biaya, ia tidak lagi mampu memegang pena atau alat tulis lain saat belajar di sekolah.

Bacaan Lainnya

Semula, Nelliati tidak berdiam diri dengan kondisi penyakit yang dideritanya. Ia sempat berjuang menjalani 4 kali operasi, namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Malah benjolan semakin membesar dan membuatnya menjadi pasrah.

Kini Nelliati hanya bisa duduk merenungi nasib. Ia bahkan kesulitan berjalan. Rasa sakit akan mendera saat telapak kaki kiri dilangkahkan.

BACA JUGA: Terima Kasih Para Dermawan: Nayla Akhirnya Jalani Operasi

Ayah Menderita Komplikasi Lambung dan Stroke
Selama ini, kedua orangtuanya, Baginda Hasayangan (68) dan Siti Alisma (65) membantu kebutuhan Nelliati sepenuh hati. Kini tidak lagi, setelah ayah tercinta terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan akibat terserang komplikasi lambung dan stroke, Rabu (29/2/2024) kemarin.

Tidak hanya sang ayah, adik laki-laki Nelliati juga menderita stroke, namun tidak pernah menjalani perawatan medis di rumah sakit karena ketiadaan biaya. Keluarga Nelliati memilih merawat sang adik di rumah dengan seadanya. Kadang hanya menggunakan bahan obat alternatif yang diperoleh dari pekarangan rumah saja.

Nelliati kini tinggal di rumah seorang diri. Ibunya terpaksa ikut merawat Sang Ayah di RSUP Haji Adam Malik Medan. Sementara Sang Adik terpaksa diungsikan ke rumah keluarga, karena Nelliati tidak kuat merawat Sang Adik ditengah kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

BACA JUGA: Marianun Pulungan Penderita Kanker Serviks Butuh Uluran Tangan

Kisah pahit Nelliati ini menggugah rasa kemanusiaan Lembaga Burangir, sebuah kelompok yang peduli terhadap Perlindungan Anak dan Perempuan di Kota Padangsidimpuan, Sabtu (2/3/2024).

Salah seorang Pendiri Burangir Padangsidimpuan, Zuli Herniatman Zega, SE kemudian tanggap bergerak dengan mengirimkan tim untuk menyerahkan sejumlah bantuan uang, sekaligus melihat kondisi Nelliati di rumahnya di Desa Simbolon.

“Kepada tim yang datang menjenguk, Bu Nelliati mengaku hanya makan nasi putih, tanpa lauk atau sayur sejak ayahnya berobat ke Medan. Ga berani masak lauk. Jadi makan nasi putih saja beberapa hari terakhir,” sebut Zega.

Zega juga mengatakan, Nelliati tidak terpikir lagi untuk berobat akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Penghasilan Ayah Nelliati sebagai petani, hanya cukup untuk beli beras.

BACA JUGA: Gegara Makan Rambutan, Bocah Yatim 5 Tahun di Sumut Disetrika Tantenya

Semula, seorang bidan desa kerap datang memeriksa kondisi kesehatan Nelliati secara berkala. Namun layanan kesehatan itu pupus, saat sang bidan pindah tugas ke tempat lain dalam 3 bulan terakhir.

“Dari pengakuan Bu Nelliati, mereka bertahan hidup dari bantuan BLT desa,” ujar Zega.

Zega berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paluta dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara, para dermawan maupun pihak lain dapat memberi perhatian untuk meringankan penderitaan Nelliati dan keluarganya.

“Kiranya bermurah hati untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit ini,” ajak Zega.

Bagi pihak yang ingin menyalurkan bantuannya, dapat menghubungi Lembaga Burangir Padansidimpuan melalui nomor 0823-6877-4440 atau menyerahkan langsung kepada Nelliati di Desa Simbolon, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Paluta, Sumatera Utara. (KSC)

Pos terkait