Pemprov Sulteng Tambah Dokter Spesialis di Morowali, Layanan Kesehatan Makin Dekat ke Rakyat

Pemprov Sulteng Tambah Dokter Spesialis di Morowali, Layanan Kesehatan Makin Dekat ke Rakyat
Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido

KLIKSUMUT.COM | MOROWALI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Kali ini, langkah konkret diambil dengan menambah jumlah dokter spesialis di Kabupaten Morowali, yang selama ini masih terbatas.

Wakil Gubernur Sulteng, Dr. Reny A. Lamadjido, dalam kunjungannya ke Morowali, Jumat (22/8/2025), menyampaikan bahwa pada akhir bulan ini dirinya bersama Gubernur Sulteng akan melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk menjalin kerja sama penyediaan tenaga dokter spesialis.

“Keberadaan dokter spesialis sangat dibutuhkan agar masyarakat Morowali tidak perlu lagi dirujuk ke Palu atau daerah lain hanya untuk mendapatkan layanan medis lanjutan,” tegas Reny.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya Pemprov dalam mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas ke seluruh wilayah, khususnya daerah industri seperti Morowali yang pertumbuhan penduduknya sangat cepat.

BACA JUGA: Pengabdian Tanpa Batas: Tim Medis Tak Kenal Lelah di Venue Hockey Outdoor PON XXI

Dalam kesempatan yang sama, Reny mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Morowali dalam Program Sembilan Berani, khususnya pilar Berani Sehat yang telah mencapai 100 persen. Capaian ini dinilai luar biasa dan menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

Sejak April hingga Agustus 2025, Pemprov Sulteng mengalokasikan Rp33 miliar untuk membayar premi BPJS Kesehatan masyarakat, termasuk pelayanan bagi warga yang tidak ditanggung BPJS—seperti korban kekerasan dan masyarakat rentan lainnya.

Reny juga menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan tidak diperbolehkan menolak pasien yang menunjukkan KTP Sulawesi Tengah, meskipun pasien belum terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan. Ia meminta puskesmas segera melakukan input data pasien melalui aplikasi Sehati (Sehat Indonesia) untuk mempercepat proses layanan

Bacaan Lainnya

“Layanan harus langsung diberikan, data bisa diinput menyusul. Jangan persulit rakyat yang ingin berobat,” ujar Reny.

Dalam kabar baik lainnya, Reny menyebut bahwa layanan kesehatan di Sulawesi Tengah kini makin maju. Operasi jantung terbuka dengan metode bypass kini sudah dapat dilakukan di RSUD Undata Palu, sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar provinsi untuk mendapatkan layanan medis tingkat tinggi.

Reny turut mengapresiasi inisiatif inovatif Pemkab Morowali dengan menghadirkan ambulans bertagline “Jemput Sakit, Pulang Sehat”. Inovasi ini dinilai sangat membantu masyarakat dan mendukung tenaga kesehatan dalam memberikan layanan cepat dan efektif.

BACA JUGA: Telkomsel Berikan Paket Komunikasi dan Layanan Data Bagi 400 Tenaga Medis Fakultas Kedokteran USU

Mengakhiri kunjungannya, Reny mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah untuk aktif mendukung Program Sembilan Berani yang kini menjadi prioritas Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur H. Rusdy Mastura.

“Kesehatan adalah hak rakyat. Pemerintah harus hadir, dan kita di Pemprov berkomitmen untuk itu,” pungkasnya. (KSC)

Pos terkait