“Ini konsep yang sedang kami bangun bersama Pak Wali. Pelatihan dan pendampingan tersebut diberikan seperti sekolah kedinasan. Itu yang menjadi target utama kami, karena saya dan Pak Wali tengah mendesain anak-anak yang tamat SMA untuk diberikan pelatihan, pendampingan dan masuk kedalam bidang yang mereka inginkan. Ini gratis,” ungkapnya.
Mantan anggota DPRD Medan itu juga berharap kepada OPD terkait, khususnya Dinas Ketenagakerjaan untuk membuat inovasi yang lebih banyak agar angka pengangguran di Kota Medan ini dapat berkurang. Dengan demikian anak-anak muda juga terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas.
BACA JUGA: Pemko Medan Terbaik Pertama Di Indonesia Dalam Transaksi E-Katalog Lokal
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ilyan Chandra Simbolon dalam laporannya menyampaikan, job fair ini digelar secara online dan offline. Dimana untuk offline digelar hanya satu hari saja, sedangkan via online dilaksanakan mulai 13 – 15 Oktober 2022. Job fair ini, jelasnya, digelar hanya untuk para pencari kerja yang memiliki KTP Kota Medan dan telah memiliki kartu pencari kerja.
“Tujuan dilaksanakannya job fair ini untuk menemukan perusahaan dengan pencari kerja sehingga terjadi transaksi lowongan pekerjaan. Kemudian, menurunkan angka pengangguran terbuka di Kota Medan dan pemulihan ekonomi Kota Medan akibat krisis Covid-19 sehingga dapat membangkitkan perekonomian Kota Medan,” jelas Ilyan.(Alian)








