KLIKSUMUT.COM | LANGKAT ~ Puluhan tahun masyarakat Kecamatan Secanggang bergelut dengan jalan rusak yang menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi. Keluhan panjang itu akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Langkat.
Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Khairul Azmi, S.STP memastikan ruas Jalan Stabat–Secanggang masuk dalam prioritas anggaran 2026. Pemerintah menyiapkan dana sebesar 7,1 miliar melalui kolaborasi APBD dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Kadis PUTR Langkat Khairul Azmi menyatakan, “Perbaikan jalan ini kolaborasi antara APBD dan DBH Sawit, yang akan segera dikerjakan tahun ini,” Senin (9/3/2026). Ia menegaskan, proyek ini menjadi skala prioritas agar masyarakat Secanggang segera merasakan manfaatnya.
BACA JUGA: Pemkab Deli Serdang Tuntut Kejelasan Perbaikan Jalan dan Status Lahan Eks HGU
Dana Transfer Dikembalikan untuk Infrastruktur Pascabencana
Khairul menjelaskan, dana transfer daerah yang sempat dipotong akibat kebijakan efisiensi kini telah dikembalikan. Pemkab Langkat memanfaatkan dana tersebut untuk pemulihan pascabencana banjir, termasuk perbaikan infrastruktur vital seperti jalan, sekolah, rumah ibadah, tanggul, dan fasilitas umum lainnya.
“Perbaikan Jalan Stabat–Secanggang tetap menjadi prioritas utama sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat. Pemkab Langkat pasti terus mendengar dan menindaklanjuti kebutuhan warga,” ujar Khairul.
Harapan Warga pada Perbaikan Jalan
Warga Secanggang, Ahmad, menyambut baik rencana perbaikan ini, namun mereka menekankan pentingnya kualitas pengerjaan agar tidak sekadar tambal sulam.
“Kami sudah lama menunggu janji perbaikan jalan ini. Kalau benar-benar dikerjakan dengan baik, tentu akan sangat membantu. Tapi jangan sampai anggaran besar ini habis tanpa hasil nyata,” ujar Ahmad.
BACA JUGA: Warga Aceh Selatan Desak Perbaikan Jalan Cempaka, Seperti Kolam Ikan Tiap Hujan Turun
Pedagang hasil pertanian, Putra, menyatakan hal senada. Ia menyatakan, perbaikan jalan sangat berpengaruh pada kelancaran penjualan hasil alam di kasawan tersebut.
“Kalau jalannya rusak, kami susah membawa hasil panen ke pasar. Biaya angkut jadi mahal, waktu tempuh lebih lama. Kami berharap jalan ini benar-benar diperbaiki supaya ekonomi kami lebih lancar,” ucap Putra
Dengan alokasi 7,1 miliar, proyek perbaikan Jalan Stabat–Secanggang menjadi ujian nyata bagi Pemkab Langkat. Pemerintah optimis proyek ini berhasil, namun masyarakat menekankan pentingnya pengawasan kualitas agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








