Pemerintah Pastikan Layanan Haji 2026 Transparan, Aman, dan Nyaman bagi Jemaah Indonesia

Pemerintah Pastikan Layanan Haji 2026 Transparan, Aman, dan Nyaman bagi Jemaah Indonesia
Presiden Prabowo Subianto agar setiap proses haji berlangsung transparan dan profesional. (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Haji (Kemenhaj) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pelayanan dan meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M bagi jemaah Indonesia. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap proses haji berlangsung transparan dan profesional.

“Kami dari Kementerian Haji menyiapkan segala sesuatunya sedini mungkin dan secermat mungkin. Fokus kami adalah ketepatan waktu, kualitas layanan, perlindungan jemaah, dan tata kelola yang akuntabel,” ujar Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dalam konferensi pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menhaj Irfan menegaskan bahwa persiapan haji tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga memperkuat tata kelola, pengawasan, dan integritas penyelenggaraan. Berbagai lembaga, termasuk KPK dan Kejaksaan, dilibatkan untuk memastikan setiap tahap haji berjalan transparan dan akuntabel.

“Setiap kebijakan diarahkan untuk memberikan kenyamanan, keselamatan, dan ketenangan bagi jemaah selama ibadah di Tanah Suci,” tambah Menhaj. Ia juga menekankan pentingnya memastikan jemaah berangkat, menjalankan ibadah, dan kembali dalam kondisi sehat, insyaAllah sebagai haji mabrur.

BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis Capai 55,1 Juta Penerima, Kemenkes Tegaskan Keamanan Pangan Tetap Prioritas

Bacaan Lainnya

Dalam hal persiapan di Arab Saudi, Menhaj Irfan menyebut koordinasi intensif dengan otoritas setempat sudah dilakukan untuk memastikan akomodasi, konsumsi, dan transportasi sesuai standar dan tepat waktu. Saat ini: transportasi dan konsumsi telah 100% siap, akomodasi di Madinah 93% siap dan akomodasi di Makkah dipercepat agar selesai segera

Di dalam negeri, Kemenhaj bekerja sama dengan maskapai, pengelola bandara, dan lintas kementerian untuk memastikan keberangkatan jemaah dari asrama haji hingga embarkasi tertib, aman, dan nyaman.

Selain itu, layanan kesehatan menjadi prioritas utama. Kesiapan tenaga medis, pemenuhan istithaah kesehatan, serta sistem layanan kesehatan di Indonesia dan Arab Saudi dijamin memadai.

“Layanan medis tetap menjadi fokus kami karena kesehatan jemaah haji adalah prioritas utama,” jelas Menhaj.

BACA JUGA: Menag Kunjungi Pesantren Al Ikhlas Buton, Hidupkan Jejak Sejarah Awal Masuknya Islam di Sultra

Menutup konferensi pers, Menhaj Irfan menegaskan bahwa Pemerintah melalui Kemenhaj berkomitmen menyelenggarakan haji 2026 secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan serta perlindungan jemaah.

Dengan persiapan matang ini, diharapkan seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib, sehingga pulang ke tanah air dengan pengalaman haji yang mabrur. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait