KLIKSUMUT.COM | KARO – Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Los Jahe Jahe, Berastagi, Kabupaten Karo, dilaporkan semakin lesu. Sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya jumlah pembeli yang masuk ke dalam los, sehingga omzet penjualan terus mengalami penurunan.
Pantauan di lokasi, Jumat (26/6/2026), banyak kios di bagian tengah hingga belakang los terlihat sepi pengunjung. Bahkan, tidak sedikit pedagang memilih menutup lapak lebih awal karena minimnya transaksi sepanjang hari.
Kondisi tersebut membuat para pedagang mengaku kesulitan mempertahankan usahanya di tengah perlambatan ekonomi yang mereka rasakan.
Pedagang Mengaku Omzet Terus Menurun
Salah seorang pedagang, D. Ginting (40), mengatakan penurunan jumlah pembeli sudah berlangsung cukup lama dan semakin dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, kondisi itu mulai terjadi sejak dibangunnya Tempat Penampungan Sementara (TPS) oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karo.
“Kami menilai Pemerintah Kabupaten Karo belum berhasil melakukan penertiban dan penataan pedagang di Pusat Pasar Berastagi. Sampai sekarang pedagang asongan masih berjualan di depan Los Jahe Jahe dan itu sangat berdampak terhadap usaha kami. Padahal waktu itu Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, sudah turun langsung ke lapangan,” ujar D. Ginting.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar seluruh pedagang memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalankan usahanya.
Pedagang Asongan Dinilai Mengurangi Arus Pembeli ke Dalam Los
Para pedagang di dalam los menilai keberadaan pedagang asongan yang berjualan di depan pintu masuk membuat banyak pembeli memilih bertransaksi di luar tanpa masuk ke area los.
Akibatnya, kios-kios yang berada di bagian tengah maupun belakang semakin sepi pengunjung dan mengalami penurunan pendapatan.
Selain itu, para pedagang juga berharap adanya penataan kawasan pasar secara menyeluruh agar aktivitas perdagangan kembali hidup.
Kondisi Pasar Dinilai Semrawut
Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang asongan masih tampak berjualan di sepanjang area depan Los Jahe Jahe.
Di sisi lain, aktivitas kendaraan di sekitar terminal pasar juga terlihat cukup padat sehingga menimbulkan kemacetan pada waktu-waktu tertentu. Sejumlah pedagang menilai kondisi tersebut membuat kawasan pasar terlihat kurang tertata.
Pedagang Berharap Solusi dari Pemerintah
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Karo melalui instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap penataan Pasar Berastagi, termasuk penertiban pedagang asongan dan pengaturan kawasan pasar agar pembeli kembali masuk ke dalam Los Jahe Jahe.
Mereka meyakini, penataan yang baik tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mampu menggerakkan kembali roda perekonomian para pedagang yang selama ini mengandalkan aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karo maupun Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Karo terkait keluhan para pedagang mengenai penataan Pasar Berastagi. (KSC)
REPORTER: Herman Harahap/Jaya Surbakti








