Sementara itu juga, salah seorang Ibu rumah tangga bernama Wartinah, 43 tahun, usai belanja sayuran di pusat pasar pajak terpadu Kutacane mengatakan sangat risih kalau belanja di pasar ini.
BACA JUGA: Perwakilan dari Perempuan Belum Cukup, Panwaslu Agara Kembali Buka Pendaftaran
“Kami sebagai masyarakat Agara, kalau belanja di pajak terpadu ini, terpaksa kami memilih jalan yang bisa di lalui. karena hampir setiap sudut jalan masuk ke pajak (pasar) ini di penuhi kubangan atau pun lumpur,” jelas Wartinah yang merupakan sebagai ibu rumah tangga tersebut selalu mencari kebutuhan rumah di pasar ini. (M.Jeni)








