PAC PDI Perjuangan Medan Labuhan Dukung Peluncuran Buku Panda Nababan

  • Whatsapp

MEDAN LABUHAN | kliksumut.com Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan (PAC PDIP) Kecamatan Medan Labuhan melaksanakan rapat bersama pengurus ranting (kelurahan) se-kecamatan Medan Labuhan dalam penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan partai di tengah masyarakat kecamatan Medan Labuhan dalam suasana Pandemi Covid-19, sekaligus dilanjutkan Webinar Peluncuran Buku Otobiografi tokoh atau sesepuh PDI Perjuangan Panda Nababan yang berjudul Lahir Sebagai Petarung pada, Sabtu (28/8/3021) di Rumah Aspirasi Margareth MS, Jalan Yos Sudarso Km 14 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, kota Medan.

Rapat yang terbatas dilaksanakan dengan Prokes dihadiri pengurus partai pengurus PAC Medan Labuhan dari pengurus Ranting dari 6 kelurahan se-Kecamatan Medan Labuhan.

Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Labuhan, Rion Aritonang SH menyampaikan, sebelum mengikuti Webinar secara virtual atau daring acara peluncuran buku otobiografi Panda Nababan berjudul Lahir Sebagai Petarung, dilaksanakan rapat internal partai yang mendiskusikan program-program partai di wilayah kecamatan Medan Labuhan.

BACA JUGA: Bulan Bung Karno, PAC PDI Perjuangan Medan Labuhan Diskusi Komunikasi Politik Peradaban

“Kita rapat partai dulu, menyusun strategi untuk merebut hati rakyat serta mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah, baik program pemerintah pusat hingga pemerintah Kota Medan,” jelas Rion yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Rion menambahkan, isi buku otobiografi Panda Nababan merupakan potret sosok jurnalis hingga menjadi politikus nasional. Banyak hal kisah dan pengalaman Panda Nababan yang dapat jadi pelajaran, secara khusus bagi generasi muda.

Dalam sambutannya Panda Nababan mengatakan perjalanan hidupnya banyak bersentuhan dengan tokoh penting di negara ini

“Jauh sebelum saya menjadi wartawan dan politisi, sewaktu remaja di Medan, karena itu otobiografi saya ini melibatkan tokoh baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup dan menjadi pejabat sekarang ini,” sebutnya.

Panda Nababan juga menyampaikan bahwa bukan maksud menyerang atau memojokkan seseorang tapi karena supaya masyarakat mengetahui latar belakang apa sebenarnya yang terjadi dan berharap yang buruk di masa lalu tidak terulang di masa depan.

Pos terkait