Nasib Geuchik di Aceh Utara Jadi Sasaran Pungli

  • Whatsapp

LHOKSUKON | kliksumut.com – Mulai awal tahun 2015, Desa mendapatkan sumber anggaran baru yakni Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perjalan Dana Desa sendiri yang sudah berjalan 7 tahun lamanya, belum menunjukan perubahan yang signifikan ditingkat desa, tentunya hal ini disebabkan oleh berbagai faktor.

Selama pogram Dana desa di jalankan oleh pemerintah pusat, membuat sebagian oknum – oknum memandang desa sebagai lahan bisnis yang menggiurkan, bagaimana tidak hampir setiap tahunnya anggaran Dana Desa terus bertambah.

Baca juga: Ruang Perpustakaan SD N 11 Cot Girek Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Bacaan Lainnya



Hampir diseluruh Kecamatan khususnya di Kabupaten Aceh Utara setiap tahun adanya pogram titipan yang sengaja disodorkan oleh oknum – oknum tertentu untuk para pemangku kekuasan tingkat bawah yaitu geuchik (Kepala Desa -red). Pogram -pogram titipan itupun sengaja disodorkan sebagai ajang bisnis.

Tidak hanya pogram titipan beberapa Kecamatan di Aceh Utara juga terjadi pungutan liar (Pungli) dengan alasan sebagai uang cuma – cuma untuk oknum tertentu. Pungli tersebut dibiarkan begitu saja dan dikomandoi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Yang memaksa para geuchik harus mengeluarkan uang jutaan rupiah.

Baca juga: Anggaran Polres Aceh Utara Tahun 2021 Capai Rp56,6 Milyar


Berdasarkan hasil investigasi media ini di salah satu Kecamatan di Aceh Utara , dimana pungli di lakukan oleh Forum Geuchik. Uang hasil pungli tersebut untuk di serahkan kepada oknum – oknum di Kecamatan dan juga oknum -oknum ditingkat Kabupaten.

Dimana para geuchik harus menyetor uang tersebut dalam beberapa tahap serta uang tersebut diluar Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG), dengan jumlah jutaan rupiah.

Baca juga: Ruang Perpustakaan SD N 11 Cot Girek Terbakar, Diduga Korsleting Listrik


Tentunya ini menjadi suatu permasalahan yang besar bagi pembangunan Desa, dimana para geuchik terpaksa harus menyisihkan uang tersebut dan wajib disetorkan, dan kalau ada geuchik yang tidak melakukan penyetoran, maka akan dipersulit dan berbagai tekanan pun muncul disaat pencairan Dana Desa.

Pos terkait