Menteri Agama: Ribuan Hafizah di Kendal Jadi Aset Strategis Pendidikan Al-Qur’an di Indonesia

Menteri Agama: Ribuan Hafizah di Kendal Jadi Aset Strategis Pendidikan Al-Qur’an di Indonesia
Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto/ist)

KLIKSUMUT.COM | KENDAL – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa saat ini terdapat kebutuhan besar akan guru tahfidz perempuan di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Menag saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Jam’iyyah Hafidzotil Qur’an (JHQ) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Acara ini dihadiri ribuan perempuan penghafal Al-Qur’an atau hafizah, sekaligus menjadi momen pengukuhan Pengurus JHQ Kabupaten Kendal. Menag menilai, keberadaan lembaga tahfidz putri sangat strategis untuk memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Tanah Air.

“Keberadaan lembaga tahfidz putri sangat krusial. Kita melihat adanya kebutuhan mendesak akan guru-guru tahfidz perempuan yang kompeten di berbagai daerah. Ini adalah peran strategis yang bisa diisi oleh para hafizah kita untuk memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Indonesia,” ujar Menag.

BACA JUGA: Menag Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Wonogiri Jadi Institut, Tekankan Prinsip Kehati-hatian

Menag juga mengapresiasi potensi besar Kabupaten Kendal sebagai pusat pengembangan hafizah. Ribuan perempuan penghafal Al-Qur’an yang hadir dinilai sebagai aset sumber daya manusia (SDM) strategis bagi pembangunan moral bangsa.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat mengapresiasi pemandangan luar biasa ini. Ribuan hafizah berkumpul dalam satu forum adalah potensi besar yang harus kita berdayakan secara optimal untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tambah Menag.

Dalam sambutannya, Menag berharap Pemerintah Kabupaten Kendal terus bersinergi dalam membina lembaga tahfidz, serta mendorong para hafizah untuk tidak hanya menguasai kemampuan membaca Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Kanwil Kemenag Sumut Kembali Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dari KIP Sumatera Utara

“Para hafizah diharapkan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai wujud pengamalan ajaran agama. Mencintai Al-Qur’an sejatinya juga berarti mencintai dan merawat alam semesta, karena keduanya adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT,” tutup Menag. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait