KLIKSUMUT.COM |TIMIKA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan motivasi langsung kepada 115 prajurit TNI yang menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dalam sebuah upacara di Timika, Jumat (2/1/2026). Penghargaan prestisius ini diberikan atas keberhasilan gemilang prajurit TNI dalam menjalankan operasi strategis di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Para prajurit tersebut tergabung dalam Komando Operasi (Koops) TNI Habema dan dinilai berhasil melaksanakan tugas negara secara profesional, terukur, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam operasi yang digelar di Lanny Jaya, Intan Jaya, dan Teluk Bintuni, pasukan TNI berhasil menguasai markas kelompok bersenjata serta menetralisir ancaman keamanan secara efektif. Keberhasilan ini membawa dampak positif bagi masyarakat setempat yang kini dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman dan terbebas dari intimidasi.
Pendekatan humanis yang diterapkan prajurit TNI selama operasi mendapat apresiasi karena mampu menjaga stabilitas keamanan tanpa mengesampingkan perlindungan terhadap warga sipil.
BACA JUGA: Kemen PPPA Percepat Aktivasi Pos SAPA di Lokasi Banjir Aceh untuk Lindungi Perempuan dan Anak
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa Kenaikan Pangkat Luar Biasa bukan sekadar bentuk penghargaan simbolik, melainkan mandat moral bagi prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi.
“Kenaikan pangkat luar biasa bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghargai pengorbanan prajurit di medan tugas. Penghargaan ini harus diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya,” tegas Menhan Sjafrie.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, disiplin, serta loyalitas sebagai prajurit TNI dalam setiap penugasan.
Menutup sambutannya, Menhan menyampaikan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan di Papua. Presiden Republik Indonesia telah menyetujui penyempurnaan Komando Operasi (Koops) TNI di Papua yang akan diimplementasikan secara bertahap mulai tahun 2026.
BACA JUGA: Awali 2026, Menpar Widiyanti Pastikan Kesiapan Layanan Pariwisata Bali di Puncak Libur Nataru
Penyempurnaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas teritorial, kemampuan tempur, serta manajerial, guna menciptakan stabilitas keamanan dan kedamaian jangka panjang di Tanah Papua.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin secara resmi meresmikan Fasilitas Marshalling Area Jenderal Achmad Yani di Timika. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung efektivitas mobilisasi dan kesiapan operasional TNI di wilayah Papua. (KSC)
TIM REDAKSI








