Mediasi Warga Dua Desa di Deli Serdang Usai Ricuh Malam Takbiran, Polisi dan Tokoh Masyarakat Turun Tangan

Keributan usai pawai malam takbiran di Desa Tanjung Siporkis dan Paya Itik, Deli Serdang, berujung mediasi. Polisi, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat turun tangan.
Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas bersama unsur TNI, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat melakukan mediasi. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | GALANG – Keributan yang terjadi usai pawai malam takbiran antara warga Desa Tanjung Siporkis dan Desa Paya Itik, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, berhasil diredam melalui proses mediasi yang difasilitasi aparat dan pemerintah desa, Senin (23/3/2026).

Insiden tersebut terjadi Sabtu. (21/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Dusun II Desa Tanjung Siporkis. Kericuhan dipicu aksi lempar batu oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap sebuah truk Fuso yang mengangkut peserta pawai takbiran dari arah Pakam.

BACA JUGA: Nyaris Terulang! Tawuran Antar Kampung Desa Tanjung Siporkis dan Paya Itik Mengancam Warga

Akibat kejadian tersebut, beberapa warga mengalami luka-luka, di antaranya:
– Dio Ananda Pratama (24), mengalami luka pada mata sebelah kanan
– Enjo (14), mengalami luka robek di bagian kepala
– Alex (14), mengalami lebam di punggung

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi, insiden bermula saat rombongan pawai takbiran melintas di wilayah Desa Tanjung Siporkis. Tiba-tiba, truk yang membawa peserta dilempari batu oleh OTK, sehingga memicu aksi saling lempar antar kelompok.

Situasi semakin memanas ketika warga sekitar keluar rumah akibat keramaian. Salah satu warga, Hartono, mencoba menenangkan keadaan dan mengumpulkan massa di rumahnya untuk dimediasi.

Namun setelah massa sempat dibubarkan, keributan kembali terjadi. Lemparan batu kembali dilaporkan mengenai anak Hartono, yaitu Dio, hingga mengalami luka di bagian mata.

Proses Mediasi

Untuk meredakan konflik, aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas bersama unsur TNI, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat segera melakukan mediasi.

Mediasi tersebut dihadiri oleh:
-Kanit Intelkam IPDA H. Silaban selaku perwira pengawas
– Pj Kepala Desa Tanjung Siporkis, Sri Rahayu
– Pj Kepala Desa Paya Itik, Ferdinan Damanik
– Babinsa dari kedua desa
– Tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat
– Perwakilan pemuda dari kedua desa

Kegiatan problem solving dilakukan di kantor desa dengan tujuan meredam konflik serta mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.

Tindakan Aparat

Dalam penanganan kasus ini, aparat telah mengambil sejumlah langkah, antara lain:
– Melaksanakan mediasi antara kedua belah pihak di kantor desa
– Mengumpulkan keterangan dari peserta pawai dan saksi-saksi
– Mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif

BACA JUGA: Cegah Covid-19, Eucalyptus Ditanam Di Desa Tanjung Siporkis, Galang

Imbauan

Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, terutama dalam momen perayaan keagamaan seperti malam takbiran.

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bersama agar tradisi pawai takbiran tetap berlangsung aman, damai, dan penuh kebersamaan tanpa diwarnai konflik antar warga. (KSC)

Pos terkait