SAMOSIR | kliksumut.com – Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark (BP TCUGG) melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BP TCUGG, Ombang Siboro menyesalkan ditutupnya objek wisata Sipincur selama Natal hingga awal tahun 2022 mendatang.
Objek wisata Sipincur yang merupakan Geosite yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan objek wisata favorit bagi wisatawan dari berbagai lapisan.
“Jelas pemerintah daerahnya tidak ada memberikan rasa keadilan, padahal seluruh masyarakat yang ada di Geosite Sipincur sudah menegaskan akan menerapkan Protokol Kesehatan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pengunjung,” kata Ombang, Jumat (24/12/2021).
BACA JUGA: Ratusan Petani “Seruduk” Kantor Bupati dan DPRD Samosir
Hal yang sama disampaikan pengelola Pokdarwis Sipincur, Frans Siregar yang menyampaikan, penutupan objek wisata Geosite Sipincur dari Natal hingga awal tahun depan jelas menyengsarakan masyarakat, sebab puluhan bahkan ratusan masyarakat menggantungkan hidupnya di objek wisata Sipincur.
Penutupan ini juga ditegaskan Frans menunjukkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan tidak berpihak kepada masyarakat dengan membuat aturan yang menyengsarakan rakyat.
“Bapak Bupati Humbang Hasundutan harus membatalkan penutupan Destinasi wisata Sipincur. Ini kesempatan kami untuk mendapatkan penghasilan dan kamu telah bersepakat menerapkan Protokol Kesehatan di seluruh area Sipincur,” tegas Frans.
Selain itu, sikap pemerintah yang hanya menutup objek wisata Sipincur jelas menyakiti masyarakat di Sipincur. Sehingga, jika memang alasan Covid 19, objek wisata yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan harus ditutup semuanya.
BACA JUGA: Korban Mafia Tanah Berharap Kejatisu Segera Sidangkan Perkara Tersangka Oknum Mafia Tanah di Kabupaten Samosir
Informasi yang dihimpun, puluhan masyarakat yang ada di kawasan objek wisata Sipincur mendatangi Kantor Bupati Humbang Hasundutan untuk meminta penjelasan.
Sementara itu, Kabid Dinas Pariwisata Humbang Hasundutan, B Naibaho dalam keterangannya melalui WhatsApp menyampaikan penutupan objek wisata Sipincur bukan semata hanya dari pemerintah daerah akan tetapi keputusan itu diambil melalui hasil rapat bersama Forrkompinda Kabupaten Humbang Hasundutan. (Jogi.S)








