Masyarakat Minta Pemerintah Tindak Limbah Udara (ASAP) Pabrik Aluminium Sei Mencirim, Berbahaya Bagi Masyarakat Sekitar

Masyarakat Minta Pemerintah Tindak Limbah Udara (ASAP) Pabrik Aluminium Sei Mencirim, Berbahaya Bagi Masyarakat Sekitar
Terlihat orang tua dan anaknya sedang bermain dengan dibawah cerobong asap milik PT DA menyebabkan polusi udara
Masyarakat Minta Pemerintah Tindak Limbah Udara (ASAP) Pabrik Aluminium Sei Mencirim, Berbahaya Bagi Masyarakat Sekitar
Terlihat orang tua dan anaknya sedang bermain dengan dibawah cerobong asap milik PT DA menyebabkan polusi udara

DELI SERDANG | kliksumut.com – Limbah udara pabrik aluminium dikawasan Sei Mencirim Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara perlu pengawasan dari pemerintah dan pihak terkait. Masyarakat di wilayah sekitar pabrik mengeluh aroma limbah asap pabrik milik PT DA, pabrik peleburan aluminium, penghasil limbah di Jalan Sei Mencirim Dusun II, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, diminta segera ditutup lantaran keberadaannya telah membuat warga resah.

“Limbah udara perusahaan ini perlu diperiksa secara berkala oleh pemerintah, setiap hari kami masyarakat sangat terganggu dengan aroma udara yang kurang sehat dan menyesakkan dada, bahkan kepala pusing dan mual akibat dari limbah pabrik yang tercemara melalui udara. Setiap hari siang dan sore pabrik mengeluarkan asap hitam dan bau tidak enak,” ungkap Kussantoso (5/12/2020), salah satu masyarakat komplek Grand Gading Mutiara (GGM) yang berdekatan diwilayah pabrik.

Baca juga : Ketua FPI Deliserdang Ditangkap

Bacaan Lainnya


Kus besama dengan masyarakat dan club sepeda Trabas GGM Club Bike, sangat keberatan dengan aktivitas dan operasional pabrik yang tidak mengindahkan lingkungan sehat. Ia meminta, jajaran terkait di Pemprov Sumut dan Pemkab Deli Serdang untuk memberikan sanksi dan tindakan tegas kepada pengusaha PT DA.

“Kami berharap besar anggota dewan juga berperan dalam melakukan pengawasan operasional pabrik ini. Setiap hari kami menerima polusi limbah udara yang tidak sehat, kalau tidak percaya datang aja ke komplek kami. Harusnya perusahaan memeliki alat penangkap bau udara ketika pabrik melepaskan limbah gas ke udara sekitar pemukiman warga,” ungkap Kus.

Baca juga : BPN Deliserdang Harus Buka Warkah Perkara Lahan Villa Dreamland Sibolan


Pantauan sejumlah awak media Sabtu (5/12/2020) sore kondisi udara terasa kurang menyehatkan, bahkan aroma dan asap bercampur zat kimia dihasilkan perusahaan ini dikeluarkan dan dilepas ke udara bebas dipemukiman penduduk. (tim)

Pos terkait