Masuk DCS DPRD Sumut, Nasib Indra Alamsyah di Tangan Polri dan Jaksa, Kasusnya Di Poldasu Disorot Warga

Akhirnya Terungkap, Ini Dia Diduga Aktor Dalang Otak Pelaku Spesialis Pengoplos Gas Subsidi Pemerintah di Medan
Terduga tersangka Indra A yang diketahui juga masuk dalam Daftar Sementara Calon Anggota DPRD Sumut dapil Sumut 4 dikabarkan sempat buron dan diduga telah diamankan dan ditahan Ditreskrimsus Polda Sumut.

MEDAN | kliksumut.com Kasus dugaan pengoplosan gas LPG 3 KG subsidi pemerintah yang kini tengah menyeret mantan anggota DPRD Provinsi Sumut, Indra Alamsyah menjadi sorotan tajam masyarakat. Hingga masyarakat berharap proses hukum yang transparan tegak lurus dan adil sesuai prosedur dapat diberlakukan.

Proses penyidikan hingga pelimpahan perkara ke tahap kejaksaan sampai persidangan Indra Alamsyah yang sudah ditetapkan tersangka dugaan pemilik pangkalan pengoplos gas subsidi menjadi penentu nasib Indra Alamsyah.

Pernyataan Partai Golkar

Mantan anggota DPRD Sumut, bernama Indra Alamsyah, yang ditangkap Polda Sumatera Utara diduga melakukan pengoplosan gas elpiji 3 kilogram ke nonsubsidi. Ia ternyata adalah bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dari Partai Golkar.

BACA JUGA: Akhirnya Terungkap, Ini Dia Diduga Aktor Dalang Otak Pelaku Spesialis Pengoplos Gas Subsidi Pemerintah di Medan

Bacaan Lainnya

Indra Alamsyah merupakan Bacaleg DPRD Sumut periode 2024-2029 dari DPD Golkar Sumut. Status Bacaleg tersebut berdasarkan pengumuman dengan nomor: 870/PL.01.4-Pu/12/2023, tertanggal 19 Agustus 2023, ditandatangani oleh Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin.

Dalam pengumuman itu, Indra Alamsyah merupakan Bacaleg Golkar nomor urut 3 dari daerah pemilihan Sumatera Utara 4.

Indra Alamsyah yang merupakan Bacaleg dari Partai Golkar dibenarkan oleh Sekretaris DPD Golkar Sumut, Datok Ilhamsyah. Dengan statusnya sebagai tersangka, Indra Alamsyah diganti atau dicoret dengan kader Golkar yang lainnya.

“Kami ganti beliau (dari daftar Bacaleg Golkar), itu sudah pasti. Itu menyangkut hukum,” sebut Sekretaris DPD Golkar Sumut, Yang pasti (diganti), karena Polda Sumut sudah menetapkan tersangka (terhadap Indra Alamsyah),” sambungnya

Ia menegaskan apa dilakukan Indra merupakan tanggung jawab pribadinya secara hukum. “Itu harus patuh, kader Golkar harus patuh dengan hukum. Itu tanggung jawab pribadi beliau,” ujar Ilhamsyah

Lebih jauh, Golkar Sumut lanjut Ilhamsyah, juga akan memberikan tidak tegas secara organisasi terhadap Indra Alamsyah. “Walaupun itu tindakan pribadi, namun beliau calon dari Partai Golkar. Kami akan mengambil sikap yang tegas,” kata Ilhamsyah.

KPU Sumut Beberkan Fakta

Sampai saat ini, Indra Alamsyah yang sudah masuk Daftar Calon Sementara (DGC) DPRD Sumut dari salah satu Partai besar itu masih terdata dan belum dianulir oleh partai yang diusungnya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPU Sumatera Utara, Herdensi saat di konfirmasi oleh wartawan terkait status Indra Alamsyah yang maju sebagai Bakal Caleg DPRD Sumut dari Partai Golkar mengatakan bahwa hingga sampai saat ini Partai belum ada mengusulkan itu baik secara lisan maupun tertulis.

Salah seorang praktisi hukum Hasan, SH menyebutkan bahwa kasus pengoplosan gas LPG 3 kg di jalan Mesjid, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal masih di nanti oleh warga masyarakat Kota Medan.

“Kalau kasus oplosan gas 3 kg itu sudah viral di medsos, artinya masyarakat tinggal menunggu hasilnya dari Polda Sumatera Utara. Nah terkait Indra Alamsyah menyandang status tersangka dan ditangkap serta bagaiman pencalonannya maju sebagai Bacaleg DPRD Sumut, masih menunggu penetapan pengadilan. Jadi itu menunggu adanya putusan pengadilan yang incrah,” kata Hasan.

BACA JUGA: 3 Pelaku Pengoplos LPG Bersubsidi Diamankan Polda Sumut

Menurut Hasan, jika terduga pelaku indra Alamsyah telah divonis oleh pengadilan bersalah karena melakukan tindak pidana pengoplosan gas LPG 3 Kg, maka terduga pelaku Indra Alamsyah akan menjadi terpidana dan partai Golkar akan mengeluarkannya.

“Jadi itu masih menunggu hasil putusan incrah oleh Pengadilan. Jika terbukti bersalah, maka terduga pelaku Indra Alamsyah akan menjadi narapidana, dan partai pasti mengeluarkannya dari Partai,” ujar Hasan.

Sebagai informasi, Jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersedia sebanyak 100 pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Adapun jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) DPRD Sumut terbagi menjadi 12 Dapil. Jumlah kursi dan pembagian Dapil DPRD Sumut tersebut berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2023. Sesuai dengan registrasi daerah pencalonan Indra Alamsyah adalah Dapil Sumatera Utara yang mendapat jatah 5 kursi. Sementara itu Dapil Sumut 4 meliputi daerah Kabupaten Serdang Bedagai dan – Kota Tebing Tinggi.

Kronologis Kasus

Diberitakan sebelumnya, Petugas kepolisian dari Subdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut menangkap mantan anggota DPRD Sumut, bernama Indra Alamsyah. Ia diduga terlibat kasus pengoplosan gas elpiji 3 kilogram ke nonsubsidi.
Sebelumnya, Polda Sumut berhasil menggerebek pangkalan milik anggota DPRD Sumut, periode 2014-2019 disebuah tempat di Jalan Masjid Dusun V, Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa 8 Agustus 2023, lalu.

Saat dilakukan penggrebekan, Indra Alamsyah berhasil melarikan diri. Ia pun, berhasil ditangkap petugas kepolisian dari tempat persembunyiannya di Perumahan Alum Permai, Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sabtu kemarin, 19 Agustus 2023.

Penangkapan Indra Alamsyah dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi. Ia mengatakan mantan anggota DPRD Sumut tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif di Markas Polda Sumut.

“Saat ini sedang menjalani Pemeriksaan oleh Penyidik,” ucap Hadi saat dikonfirmasi Minggu 20 Agustus 2023.

Polda Sumut juga sudah menetapkan Mantan anggota DPRD Sumut itu, sebagai tersangka dalam kasus pengoplosan gas tersu. Diduga pangkalan gas digerebek polisi itu, milik Indra Alamsyah.

“Penyidik sudah menetapkan tersangka terhadap IA (Indra Alamsyah), juga melakukan pengembangan adanya dugaan tersangka lainnya,” jelas Hadi. (tim/y)

Pos terkait