Masjid Ramah Pemudik Jadi Oase di Ujung Ramadan

Masjid Ramah Pemudik Jadi Oase di Ujung Ramadan
Menag Nasaruddin Umar Meninjau Layanan Masjid Ramah Pemudik

KLIKSUMUT.COM | BEKASI – Suasana sore di Masjid Jami’ Al-Azhar Jakapermai tampak lebih hidup dari biasanya. Di penghujung bulan suci Ramadan, masjid ini menjelma menjadi tempat singgah favorit para pemudik yang tengah menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Lelah perjalanan yang mendera seakan terobati saat para musafir tiba di masjid ini. Lebih dari sekadar tempat ibadah, Masjid Al-Azhar Jakapermai hadir sebagai “rumah sementara” yang menawarkan kenyamanan, kehangatan, serta kepedulian bagi mereka yang sedang menjemput rindu.

Kehangatan suasana semakin terasa saat Menteri Agama Nasaruddin Umar turun langsung meninjau fasilitas dalam program “Masjid Ramah Pemudik”. Tanpa sekat, ia membaur bersama para pemudik yang tengah beristirahat.

“Siapa di sini yang mudik?” sapa Menag dengan nada akrab. Pertanyaan tersebut disambut antusias oleh para pemudik yang hadir. Beragam cerita perjalanan pun mengemuka mulai dari yang menggunakan sepeda motor, bus, hingga kereta api dikutip dari laman Kemenag, Kamis (19/3/2026).

Dengan penuh empati, Menag menyampaikan doa dan pesan keselamatan bagi para pemudik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi selama perjalanan agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Bapak Ibu semuanya, hati-hati di jalan. Semoga selamat sampai tujuan, bisa berkumpul dengan keluarga dan berbahagia, serta dapat merayakan Lebaran bersama,” tuturnya.

BACA JUGA: 281 Masjid di Sumut Siap Layani Pemudik, Masjid Raya Taqwa Parapat Jadi Percontohan

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada masyarakat yang tidak dapat mudik tahun ini. Menag mengajak mereka untuk tetap mengirimkan doa kepada keluarga di kampung halaman sebagai bentuk bakti yang tak terhalang jarak.

Bacaan Lainnya

“Bagi yang tidak sempat pulang, doakan orang tua di sana. Semoga mereka diberkahi dan diampuni dosa-dosanya,” pesannya.

Program Masjid Ramah Pemudik ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Ade, salah satu pemudik motor dengan rute Tangerang–Indramayu, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang disediakan.

“Pelayanannya bagus banget, ada takjil sampai nasi kotak. Sangat membantu kami yang sedang perjalanan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan sesama pemudik, khususnya yang melintasi jalur Pantura, untuk tetap berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat lelah.

“Kalau ngantuk, lebih baik istirahat di masjid terdekat. Jangan dipaksakan, apalagi kondisi jalan kadang kurang baik,” tambahnya.

BACA JUGA: Masjid Ramah Pemudik di Bekasi Siapkan Takjil dan Bensin Gratis untuk Pemudik Idulfitri 1447 H

Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 masjid telah disiapkan dalam program Masjid Ramah Pemudik untuk Lebaran 1447 Hijriah. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama, menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat layanan sosial yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi para pemudik.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, perjalanan mudik tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual menuju kemenangan di hari raya. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait