REPORTER: Dalil Harahap
KLIKSUMUT.COM | JAMBI – Para pedagang toko kelontong 24 jam di Kota Jambi kini dibuat resah oleh maraknya aksi penipuan dengan beragam modus yang semakin canggih dan nekat. Salah satu modus yang tengah viral adalah aksi tipu-tipu transfer uang palsu dengan nilai nominal yang mengecoh.
Kejadian terbaru dialami oleh Sartini, penjaga toko di kawasan Jambi, yang hampir menjadi korban penipuan. Seorang pria datang ke tokonya dan mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp350.000 untuk belanja. Namun saat Sartini mengecek saldo masuk, ia kaget karena ternyata hanya menerima Rp350 saja.
“Pelaku ini ngotot bilang sudah transfer Rp350 ribu. Setelah dicek hanya Rp350 yang masuk. Saya langsung sadar ini modus penipuan yang lagi viral,” ujar Sartini kepada wartawan.
Setelah terjadi perdebatan panjang antara pelaku dan Sartini, si pelaku akhirnya meninggalkan toko. Namun tak lama kemudian, pelaku kembali mendekati toko dengan modus baru. Ia mencoba membayar menggunakan kode QR (QRIS), dan berhasil mengelabui sistem sehingga uang justru masuk ke saldo dompet digital miliknya sendiri.
“Setelah transaksi, saya minta uangnya yang katanya Rp250.000. Tapi dia bilang uangnya di motor yang diparkir jauh di jalan raya. Saya lengah karena melayani pembeli lain, eh… dia kabur!” cerita Sartini geram.
Tak hanya Sartini, Alfin, penjaga toko di kawasan Tanjungsari, Jambi Timur, juga mengaku hampir tertipu dengan modus serupa.
BACA JUGA: Lagi Penipuan Bantuan Usaha Mengatasnamakan Istri Gubernur Aceh di Facebook
“Dia datang bilang udah transfer Rp350 ribu, tapi yang masuk cuma Rp350. Kami berdebat lama. Pelaku ini datang dua minggu sekali. Ciri-cirinya jelas, pakai jaket, topi, dan motor Yamaha Soul merah-hitam tanpa pelat dan spion,” jelas Alfin.
Hal senada juga disampaikan Mini, pedagang di Talang Banjar. Ia bahkan pernah mengancam akan melaporkan pelaku ke polisi jika datang kembali.
“Saya bilang, kalau kamu datang lagi dan ngaku-ngaku transfer uang nggak sesuai, saya laporin. Tapi dia malah nantang dan tancap gas sambil teriak. Berani banget!” ucap Mini dengan nada kesal.
Mini menegaskan bahwa pelaku masih bebas berkeliaran karena belum ada tindakan tegas dari pihak berwajib. Ia berharap aparat kepolisian segera turun tangan sebelum korban bertambah.
Selain modus transfer fiktif, para pedagang juga mengungkap berbagai pola penipuan lainnya. Mulai dari berpura-pura lupa membawa uang, minta ditransfer duluan, mengaku uang pecahan besar tapi ternyata kecil, hingga mencuri belanjaan yang sudah dikemas sambil kabur dengan motor yang mesinnya sudah menyala.
Lansi, pedagang di Tanjungpinang, menambahkan bahwa pelaku sering bekerja secara berkelompok dan datang bergantian.
BACA JUGA: Waspada Modus Baru Penipuan Online QR, Sejumlah Pejabat Aceh Di Sasar
“Kadang satu orang datang, nanti temannya nyusul. Ada juga yang bawa uang palsu. Kalau kita nggak jeli, bisa rugi besar,” katanya.
Para pedagang berharap pihak kepolisian segera melakukan patroli dan penindakan. Pelaku yang disebut-sebut telah beraksi berkali-kali bahkan sudah memiliki pola dan jadwal tertentu dalam beroperasi.
“Pelaku biasanya datang malam hari, tapi sekarang siang pun mereka berani. Harus segera ditindak sebelum makin banyak korban,” tegas Mini.
Masyarakat dan pedagang diminta untuk lebih waspada dalam setiap transaksi, terutama saat menerima pembayaran digital atau uang tunai. Pastikan selalu memeriksa nominal transfer dengan teliti, dan jangan mudah percaya jika ada pembeli yang bersikap mencurigakan. (KSC)








