LPSHRI Minta Polda Sumut Berantas Mafia Pupuk Oplosan Di Kabupaten Labuhanbatu

LABUHANBATU | kliksumut.com – Ketua Lembaga Pengawas Supremasi Hukum Republik Indonesia (LPSHRI) Choidir Lubis meminta Kapolda Sumatera Utara (Sumut) segera memberantas mafia pupuk oplosan di Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (23/2022). Jika tidak, masyarakat petani akan terus merugi akibat membeli pupuk berkualitas rendah dengan harga tinggi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Choidir memaparkan, gudang pupuk oplosan di Labuhanbatu telah lama beroperasi dan tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bilah Barat, Bilah Hulu dan Kecamatan Panai Hulu.

BACA JUGA: Kapolda Sumut Apresiasi Pilkades di Kabupaten Labuhanbatu Kondusif

Berdasarkan hasil pengamatan LPSHRI, gudang pupuk oplosan di Kecamatan Bilah Barat dikelola inisial Koj. Sedangkan gudang pupuk oplosan di Kecamatan Bilah Hulu di kelola oleh inisial Am. Sementara tiga lokasi gudang pupuk oplosan berada di Kecamatan Panai Hulu masing-masing di kelola inisial Nov, Zul dan Su.

Ironisnya, sebut Choidir, Polres Labuhanbatu terkesan tutup mata atas praktik pupuk oplosan ini.

“Saya minta Kapolda Sumatera Utara agar melakukan tindakan terkait maraknya mafia pupuk oplosan di Labuhanbatu, karena saya menduga pihak penegak hukum Polres Labuhanbatu tidak berani mengambil tindakan, karena mafia pupuk oplosan itu diduga di back up oknum TNI, ” ujar Choidir.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Polda Sumut Memperketat Pengawasan Distribusi Migor

Praktik pupuk oplosan hingga kini terus berlangsung, seolah pengelola kebal hukum.

“Polres tidak berani. Karena itu kita minta Polda Sumatera turun tangan,” harap Choidir.

Ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyui, belum memberikan tanggapan terkait aksi tutup mata Polres Labuhanbatu soal sepak terjang mafia pupuk oplosan ini.

Sementara Komandan Dansud Dempon Rantau Prapat, Kapten Hendrik menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait oknum TNI 0209/LB yang diduga membackup mafia pupuk oplosan.

“Terimakasih infonya Ketua. Pelan-pelan kami lihat yang pasti dulu ya Ketua,” ujar Hendrik melalui pesan singkat WhatsApp. (Bana)

 

Pos terkait