Anggota DPR Dorong Produksi Vaksin Nasional
Banjirnya vaksin COVID-19 produksi luar negeri membuat Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ingin pemerintah mendorong supaya vaksin COVID-19 buatan dalam negeri seperti Nusantara dan Merah Putih bisa segera dihasilkan.
Menurut Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Kurniasih Mufidawati, vaksin COVID-19 buatan sendiri mestinya juga dilibatkan dalam program vaksinasi nasional.
“Vaksin Merah Putih itukan sebenarnya sudah bisa kalau didorong dengan anggaran yang lebih besar, dengan perlatan yang lebih lengkap, SDM (Sumber Daya Manusia) yang lebih banyak, apa yang dibutuhkan oleh tim vaksin Merah Putih itu, rasanya nggak terlalu sulit untuk memproduksi itu dalam waktu dekat,” ujar Kurniasih.
BACA JUGA: Vaksin COVID-19 Booster Untuk Seluruh Warga di Seluruh AS
Sejauh ini baru vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh tim yang dipimpin mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang telah menyelesaikan uji klinis tahap kedua dan diharapkan agar uji klinis tahap ketiga vaksin Nusantara segera dikerjakan.
Hingga saat ini belum ada kabar mengenai kapan uji klinis tahap ketiga vaksin COVID-19 itu akan dilakukan.
WHO Sudah Terima Hasil Uji Klinis Vaksin Nusantara
Badan Kesehatan Dunia WHO telah menerima hasil uji klinis tahap kedua yang dilakukan terhadap vaksin Nusantara tersebut. Hal itu pun tertera dalam jurnal “Preventive Dendritic Cell Vaccine, AV-COVID-19, in Subjects Not Actively Infected With COVID-19” yang dipublikasi oleh clinicaltrials.gov.
Dari hasil uji klinis tahap kedua itu, tidak ditemukan gejala serius terhadap penerima suntikan vaksin Nusantara. Juga tidak ditemukan kelainan dari hasil pemeriksaan keamanan laboratorium.
Reaksi yang dialami pasien yang telah disuntik vaksin Nusantara juga bersifat umum, seperti pegal-pegal, memar, kemerahan dan gatal. Paling banyak yakni pegal di titik penyuntikan. (voa)








