Lima Juta Dosis Vaksin Jadi Sinovac Kembali Tiba Di Indonesia

Lima Juta Dosis Vaksin Jadi Sinovac Kembali Tiba Di Indonesia
Para petugas menurunkan peti kemas berisi vaksin COVID-19 Sinovac dari ruang kargo pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, 12 Januari 2021. (Istana Presiden RI via AP)

JAKARTA | kliksumut.com – Pemerintah Indonesia, hari Senin (23/8/2021) kembali menerima lima juta dosis vaksin COVID-19 produksi Sinovac, perusahaan farmasi asal China, di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa dalam jumpa pers secara virtual menyambut tibanya lima juta dosis vaksin Sinovac tersebut, Sekretaris Kementerian Keuangan Heru Pambudi menjelaskan di tengah kelangkaan vaksin COVID-19 di dunia saat ini, memastikan ketersediaan stok vaksin bukan hal mudah. Namun Indonesia termasuk negara yang berhasil mengamankan cadangan vaksin COVID-19 untuk kebutuhan dalam negeri.

“Kedatangan lima juta dosis vaksin jadi produksi Sinovac ini membuat total telah lebih dari 200 juta dosis vaksin diterima Indonesia, baik vaksin jadi maupun dalam bentuk bahan baku,” kata Heru.

BACA JUGA: 3,5 Juta Dosis Vaksin Moderna Sumbangan Amerika Tiba di Indonesia

Heru menambahkan dari sisi anggaran, Kementerian Keuangan tahun ini sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 57,75 triliun untuk program vaksinasi COVID-19 secara nasional. Dia menekankan semua pihak harus bekerjasama untuk melaksanakan percepatan dan perluasan program vaksinasi COVID-19.

Menurut Heru, yang paling penting dan utama adalah dukungan serta partisipasi masyarakat. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera mungkin mengikuti vaksinasi COVID-19 demi menjaga diri sendiri, keluarga dan negara.

Heru mengatakan sampai sekarang sudah lebih dari 57 juta rakyat Indonesia menerima suntikan vaksin COVID-19, termasuk 31 juta yang sudah menjalani vaksinasi lengkap atau dua dosis. Dari target 208 juta orang untuk membangun kekebalan komunitas maka pemerintah masih harus memvaksinasi sekitar 150 juta orang lagi.

Selain vaksinasi COVID-19, lanjut Heru, masyarakat harus disiplin pada pelaksanaan protokol kesehatan, termasuk memakai masker, menghindari kerumunan dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas orang.

Pos terkait