KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Komnas HAM menyebutkan, ada penggunaan kekuatan secara berlebihan dalam penanganan aksi unjuk rasa pada 28 Agustus 2025. Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan atas aksi unjukrasa yang terjadi sejak 28 hingga 30 Agustus 2025.
“Aksi unjuk rasa pada 28 Agustus 2025 di Jakarta telah mengakibatkan korban meninggal dunia atas nama Almarhum Affan Kurniawan, serta 17 orang korban luka yang dievakuasi ke rumah sakit,” ujar Komisioner Pemantauan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, seperti dilansir okezone.news, Minggu (31/8/2025).
Selain pengerahan aparat keamanan, Komnas HAM juga menemukan bahwa penggunaan gas air mata secara berlebihan hingga menimbulkan risiko bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa.
BACA JUGA: Driver Ojol Tewas Terlindas Transtis Brimob, FKOI Desak Copot Kapolri
Khusus insiden driver ojol, Komnas HAM telah memeriksa tujuh anggota Brimob yang ada dalam kendaraan taktis (rantis) saat peristiwa terjadi, termasuk mengumpulkan sejumlah keterangan dari berbagai pihak di RS Cipto Mangunkusumo, RS Pelni, dan Mabes Polri.
Komnas HAM akan menindaklanjuti sejumlah temuan tersebut diantaranya dengan memeriksa rantis yang digunakan tujuh personel Brimob dalam peristiwa naas hingga menyebabkan Affan Kurniawan meninggadunia, serta meminta keterangan lebih lanjut dari personel Brimob terkait dan aparat lainnya.
“Meninjau langsung lokasi peristiwa meninggalnya saudara Affan Kurniawan, meminta keterangan dari pihak RS Cipto Mangunkusumo dan RS Pelni, serta melanjutkan pemantauan baik secara langsung maupun melalui media terhadap dinamika aksi unjuk rasa di Jakarta maupun daerah lainnya,” jelas Saurlin.
Saurlin juga mengatakan, pihaknya juga melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik diantaranya Markas Brimob Polda Metro Jaya Kwitang, Markas Polda Metro Jaya, dan beberapa lokasi lainnya pada Jumat 29 Agustus 2025.
“Komnas HAM juga menemukan adanya penjarahan, perusakan, dan pembakaran fasilitas umum serta properti pribadi di sejumlah titik aksi unjuk rasa di Jakarta,” sebut Saurlin. (KSC)








