KNTI : Pemerintah Dimohonkan Agar Dibuka Kembali SPBN Dibagan Deli Belawan

Ketua KNTI Kota Medan M. Isa Basyir saat menunjukkan salah satu SPBN dibagan deli yang sudah tutup. Senin (09/11/20)
Ketua KNTI Kota Medan M. Isa Basyir saat menunjukkan salah satu SPBN dibagan deli yang sudah tutup. Senin (09/11/20)
Ketua KNTI Kota Medan M. Isa Basyir saat menunjukkan salah satu SPBN dibagan deli yang sudah tutup. Senin (09/11/20)
Ketua KNTI Kota Medan M. Isa Basyir saat menunjukkan salah satu SPBN dibagan deli yang sudah tutup. Senin (09/11/20)

 

BELAWAN| kliksumut.com – Selama 5 tahun ini para nelayan tradisional didaerah Bagan Deli tidak lagi mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Tidak tahu apa penyebab yang sebenarnya? Dan dulu ada 6 Statiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

M. Isa Basir Ketua Kesatuan Nelayan Tradisonal Indonesia (KNTI) mengatakan, Para nelayan banyak yang mengeluh karena tidak adanya BBM bersubsidi. Terpaksa membeli minyak eceran ataupun. Dan harganya mencapai Rp. 7.000-Rp. 7.500. Senin (09/11/20) saat ditemui disekretariat KNTI Kota Medan Jalan Ujunh Pasir No. 1 Bagan Deli Belawan.

Dikatakannya, Dulu ada 6 Statiun SPBN kini sudah tak ada lagi, makanya para nelayan terpaksa membeli secara eceran. “Jika membeli minyak BBM bersubsidi harganya hanya Rp. 5.150. Jadi ada perbedaan sungguh jauh yakni berkisar Rp. 2.350 dari pembelian dieceran,” ujaranya.

Sidang Prapid Ketua KAMI Medan, Termohon Duplik dan Pemohon Hadirkan Saksi Fakta



Menurutnya, Dimasa pendemi ini, kiranya pemerintah diharapkan terbuka hatinya agar membuka kembali SPBN di 6 tempat yang ada. “Bayangkan aja, tingkat pembelian hasil tangkapan aja sudah mulai bekurang dimasa pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Dan kami sudah menyurati pertamina tapi tak pernah mendapat tanggapan,” jelasnya.

Melalui media, ujarnya kami menyuarakan aspirasi agar menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat. “Anggota nelayan yang tergabung di KNTI kota Medan sebanyak Rp. 2.400 belum lagi yang tak tergabung. Intinya sekali lagi kami harapkan ada kepedulian dari Pemerintah Pusat khususnya BPH Migas, harap M. Isa Basir Ketua KNTI didampingi Jabar Nasution Sekretaris KNTI.

Sementara itu, Herianto (58) Nelayan mengatakan, pada bulan Juli 2019 sempat ada dibuka SPBN tapi hanya 1 bulan aja. Dan sampai sekarang tak buka lagi. Saat itu cuma 1 SPBN buka, sebentar aja sudah tutup. “Sampai sekarang tidak tahu apa yang menjadi ditutup. Padahal, kami mengharapkan dibuka SPBN. Karena harga minyaknya lebih murah,” katanya.

KONI Bangga dan Apresiasi TI Medan



Lanjutnya, jika SPBN ini dibuka kembali pastinya akan membantu nelayan dari harga BBM bersubsidi. Apalagi dimasa pendemi ini, tentunya akan meringankan anggaran pengeluaran BBM. “Bayangkan aja kalau mau melaut aja harus mengeluarkan biaya BBM sebanyak 100 liter untuk 5 hari dilaut. Dari harga BBM bersubsidi dengan harga eceran selisih cukup membantu pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya. (Alian)

Pos terkait