KLIKSUMUT.COM | MEDAN ~ Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Medan selama bulan Ramadan menimbulkan kekecewaan dan keluhan dari masyarakat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengurangi kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Ketua Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi S. Siregar, menegaskan bahwa masyarakat beberapa kali melaporkan pemadaman listrik pada waktu krusial.
“Pemadaman kerap terjadi pada sore hari ketika masyarakat sedang mempersiapkan waktu berbuka puasa, serta pada malam hari saat umat Muslim melaksanakan ibadah salat tarawih. Situasi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan kekecewaan, karena Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah,” ujar Padian dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA: Warga Nias Barat Keluhkan Pemadaman Listrik Tak Terjadwal, Alat Elektronik Banyak Rusak
Menurut Padian, listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat vital. Ketersediaannya memengaruhi aktivitas rumah tangga, usaha kecil dan menengah, hingga operasional fasilitas umum. Pada bulan Ramadan, kebutuhan listrik cenderung meningkat karena kegiatan ibadah dan sosial berlangsung hingga malam hari.
“Pemadaman listrik pada waktu penting selama Ramadan cederai perasaan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Ramadan seharusnya menjadi waktu bagi umat Muslim untuk beribadah dengan tenang dan khusyuk. Namun, pemadaman yang berulang justru mengganggu aktivitas tersebut,” tegas Padian.
Peran Pemerintah dan Koordinasi Listrik Dinilai Kurang
Padian menilai Pemerintah Kota Medan belum menunjukkan koordinasi optimal dalam memastikan pasokan energi selama Ramadan. Wali Kota dinilai gagal berkoordinasi dengan penyedia layanan listrik maupun instansi terkait, sehingga persoalan pasokan listrik terkesan terabaikan.
BACA JUGA: Menteri ESDM Pastikan Jaringan Listrik di Tapteng Pulih Jumat 5 Desember 2025
“Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero) sangat diperlukan untuk mengantisipasi gangguan pada sistem distribusi energi. Tanpa perencanaan matang, persoalan teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi justru menimbulkan dampak luas bagi masyarakat,” jelas Padian.
Selain koordinasi, Padian menekankan pentingnya transparansi informasi. Masyarakat berhak mengetahui penyebab pemadaman listrik dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi persoalan tersebut. Informasi terbuka dapat mengurangi keresahan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Harapan Masyarakat dan Evaluasi Sistem Distribusi Listrik
Padian berharap seluruh pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi listrik serta memperkuat koordinasi. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan melaksanakan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman tanpa gangguan.
“Ke depan, diharapkan seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan pasokan energi, khususnya pada momentum penting seperti bulan Ramadan,” tutup Padian. (KSC)








