EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Tim medis PON XXI 2024 di Sumatera Utara menampilkan kesiapan luar biasa dalam mendukung cabang olahraga (cabor) wushu sanda yang berlangsung di Gedung Serbaguna Dispora, Kamis (12/9/2024). Sebagai salah satu cabor yang sarat dengan risiko cedera, wushu sanda membutuhkan kehadiran tim medis yang cepat dan tanggap untuk memastikan keselamatan atlet selama pertandingan.
Dr. Dessy Indri Astuti, koordinator tim medis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai peralatan medis serta penanganan darurat yang dibutuhkan. “Kami dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara menurunkan dua dokter dan dua perawat khusus untuk wushu sanda. Kami juga telah mempersiapkan treatment khusus bagi atlet yang mungkin mengalami cedera serius, dan siap untuk merujuk mereka ke rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Haji,” jelas dr. Dessy saat diwawancarai media.
BACA JUGA: Nicholas Persembahkan Emas untuk Wushu Sumut di PON XXI 2024
Menurutnya, meski sejauh ini belum ada cedera serius yang dialami atlet selama bertanding, tim medis tetap siaga penuh. “Kami sudah mempersiapkan alat-alat emergency, termasuk ambulans, untuk menangani segala kemungkinan. Perlengkapan medis dan obat-obatan selalu siap digunakan jika terjadi insiden,” tambahnya.
Kondisi Atlet Dipantau Ketat
Dr. Ferdianto Sp.Ok, dokter pertandingan wushu, memastikan semua atlet berada dalam kondisi prima sebelum bertanding. “Sebelum pertandingan, kami melakukan medical check-up (MCU) pada para atlet untuk memastikan mereka layak bertanding. Kami sangat mengutamakan kesehatan mereka agar tidak ada masalah selama berlangsungnya pertandingan,” ungkapnya.
Salah satu insiden yang terjadi dalam pertandingan adalah cedera yang dialami Kohar, petarung asal Kalimantan Timur. Meski mengalami cedera di kaki dan lutut, dr. Ferdianto menegaskan bahwa penanganan telah dilakukan dengan baik. “Cedera Kohar sudah kami tangani dan tidak menimbulkan bahaya serius. Proses pemulihan juga berjalan sesuai rencana, sehingga ia dapat segera pulih,” kata dr. Ferdianto.
Kesiapsiagaan Tinggi Demi Keselamatan Atlet
Kesiapan tim medis menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan PON XXI, khususnya di cabor wushu sanda. Para atlet, yang harus berhadapan dengan pertandingan fisik yang intens, memerlukan perlindungan dan penanganan kesehatan yang optimal. Dengan adanya tim medis yang responsif, segala potensi cedera bisa ditangani dengan cepat, meminimalisir dampak buruk dan memastikan keselamatan para atlet.
BACA JUGA: Nicholas dan Harris Awali Medali Emas Wushu Sumut
PON XXI 2024 di Sumatera Utara tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi bagi atlet, tetapi juga uji kesiapsiagaan tim medis yang berperan krusial dalam menjaga kesehatan para peserta. “Kami akan terus siaga selama pertandingan berlangsung dan memastikan setiap atlet mendapat penanganan terbaik,” tutup dr. Dessy.
Dengan standar penanganan medis yang tinggi, diharapkan cabor wushu sanda bisa berjalan lancar tanpa kendala kesehatan yang berarti, serta para atlet dapat berkompetisi secara maksimal. (KSC)








