MEDAN | kliksumut.com – Pandemi Covid-19 memberikan tekanan terhadap kinerja perekonomian Global Indonesia, termasuk Sumatera Utara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo menyebutkan perekonomian Sumatera Utara pada 2020 tercatat -1,07% (yoy). Dari sisi suplai, penurunan terjadi hampir di seluruh lapangan usaha utama.
Sektor-sektor yang terkait pariwisata seperti transportasi, penyediaan akomodasi dan makan minum serta perdagangan mengalami dampak terbesar seiring terbatasnya mobilitas masyarakat.
Baca juga: Wing III Paskhas Gelar Upacara HUT Ke-75 TNI Angkatan Udara
“Sementara lemahnya permintaan menahan kinerja sektor industri pengolahan secara umum,” kata Soekowardojo pada high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan launching Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sumatera Utara di Hotel Adi Mulia Medan, Jumat (9/4/2021).
Kegiatan TP2DD merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengakselerasi perluasan elektronifikasi dan digitalisasi di daerah.
“Di tengah pandemi, tentunya kebijakan strategis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan pe!ayanan kepada masyarakat serta Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sehingga pada gilirannya juga mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Soekowardojo.








