KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor industri manufaktur nasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Making Indonesia 4.0 serta target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 yang menempatkan sektor manufaktur sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa transformasi industri saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pembangunan ekosistem manufaktur yang tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Tantangan transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia saat ini terletak pada kesiapan teknologi digital dan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan SDM industri menjadi fondasi yang sangat penting,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Untuk menjawab tantangan industri masa depan, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) aktif menjalankan berbagai program pelatihan industri 4.0 bagi pelaku industri maupun institusi pendidikan vokasi.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama berbagai pemangku kepentingan dalam dan luar negeri guna memperkuat kapasitas industri dan SDM manufaktur nasional.
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, mengatakan dunia industri saat ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu memanfaatkan teknologi digital, memahami otomatisasi dan Internet of Things (IoT), hingga mendukung agenda industri hijau dan dekarbonisasi.
“Indonesia memiliki peluang besar karena didukung populasi usia produktif yang sangat besar. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” kata Doddy.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, institusi pendidikan, dan mitra internasional menjadi faktor penting dalam menciptakan SDM industri yang inovatif dan kompetitif secara global.
BACA JUGA: Kemenperin Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Sebagai bagian dari penguatan SDM industri, BPSDMI turut berpartisipasi aktif dalam ASEAN-Japan Forum yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).
Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi dalam pengembangan SDM industri di kawasan ASEAN.
Presiden Direktur Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta, Shinji Hirai, menyebut tantangan utama industri saat ini adalah memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan memecahkan masalah.
“Hal ini sangat relevan di Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi sedang kuat dan angkatan kerjanya muda serta dinamis, sementara industri membutuhkan talenta yang lebih terampil dan siap kerja,” ungkap Shinji.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, mengatakan ASEAN-Japan Forum menjadi ruang kolaborasi produktif untuk memperluas jejaring kerja sama pengembangan talenta industri nasional.
“Kami berharap AMEICC dapat terus mendukung peningkatan daya saing SDM industri Indonesia melalui transformasi digital sehingga mampu memperkuat daya saing industri nasional,” ujarnya.
Kemenperin bersama mitra internasional juga terus memperkuat program pengembangan SDM industri sejak 2022 melalui kerja sama dengan METI Jepang dan AOTS.
Program tersebut berfokus pada penguatan tenaga pengajar di unit pendidikan tinggi industri, termasuk pengembangan metodologi 5S dan Kaizen guna meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
Pada 2025, cakupan program diperluas dengan fokus pada Green Transformation (GX) dan Digital Transformation (DX).
BACA JUGA: Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Pelatihan Asesor Kompetensi 2026
Selain itu, BPSDMI bersama AOTS juga telah menyelenggarakan pelatihan LeMMI 4.0 bagi dosen dan mahasiswa di Politeknik STMI Jakarta sejak 2021 hingga 2026 dengan total peserta mencapai 110 orang.
Pelatihan serupa juga diberikan kepada praktisi industri di PIDI 4.0 dengan jumlah peserta sebanyak 258 orang.
Tak hanya itu, BPSDMI turut mengembangkan pelatihan berbasis teknologi seperti Big Data, Internet of Things (IoT), Cloud Computing, hingga transformasi industri 4.0 tingkat manajerial guna menyiapkan SDM unggul menuju era industri digital. (KSC)
TIM REDAKSI







